Penelitian Terbaru: Pernikahan yang Harmonis Bantu Pulihkan Stroke

87
SHARE

BHARATANEWS.ID | KESEHATAN – Penelitian terbaru menunjukkan, pernikahan yang berada dalam hubungan yang penuh kasih dan stabil dapat membantu memulihkan penderita stroke. Pernikahan yang harmonis juga memungkinkan orang memiliki jaringan sosial yang kuat dan status sosial ekonomi yang lebih baik serta lebih kecil kemungkinannya untuk menderita depresi.

“Pasangan Anda dapat membantu Anda bertahan dari stroke,” ujar peneliti dari Duke University, Matthew E. Dupre, seperti dikutip dari laman Health, Selasa (20/12/2016).

Stroke salah satu penyebab utama kematian dan kecacatan di Amerika Serikat, setidaknya hampir 800.000 orang dewasa setiap tahunnya terserang stroke. Kelangsungan hidup dan pemulihan dari stroke tergantung pada beberapa faktor seperti kualitas perawatan kesehatan seseorang, seberapa baik mereka tetap pada rencana pengobatan mereka, dan apakah mereka dapat mengurangi faktor risiko masalah kardiovaskular di masa depan seperti tekanan darah tinggi, obesitas, dan merokok.

Penelitian menunjukkan bahwa dukungan sosial seperti hubngan pernikahan yang stabil dapat meningkatkan kesehatan orang dengan penyakit kardiovaskular. Peneliti juga menemukan, orang yang belum menikah, memiliki risiko lebih besar terkena stroke.

Untuk menyelidiki hubungan potensial ini, peneliti menganalisis data dari 2.351 orang dewasa berusia di atas 41 tahun yang terkena stroke antara 1992 dan 2010. Responden terdiri dari pria dan wanita yang ditanya seputar kesehatan dan gaya hidup mereka, termasuk status dan perkawinan mereka yang dilacak oleh peneliti rata-rata setiap lima tahun.

Dalam periode penelitian, 58 persen dari penderita stroke tersebut meninggal dunia. Sementara orang yang tidak pernah menikah dan yang bercerai, 71 persen berisiko meninggal karena stroke. Hasil penelitian ini sama untuk pria maupun wanita dengan berbagai ras dan etnis.

“Penelitian kami merupakan penelitian pertama yang menunjukkan bahwa pengalaman pernikahan saat ini maupun masa lalu, dapat memiliki konsekuensi yang signifikan bagi prognosis seseorang setelah stroke,” papar Matthew E. Dupre, penulis utama dan profesor di Duke’s Department of Community and Family Medicine.

Penelitian ini telah diterbitkan di Journal of American Heart Association. Peneliti juga menekankan perlunya penelitian lebih lanjut untuk memahami implikasi penuh dari penelitian saat ini. Penulis berharap temuan mereka dapat membantu para profesional perawatan kesehatan mengidentifikasi dan mengobati orang dewasa yang berpotensi lebih besar untuk meninggal.

“Pengetahuan yang lebih besar tentang risiko yang terkait dengan kehidupan perkawinan dan kehilangan perkawinan mungkin berguna untuk personalisasi perawatan, dan meningkatkan hasil bagi mereka yang baru sembuh dari stroke,” kata Dupre.(netralnews.com)