Meneror Teman Wanitanya dengan Bom, Duda Disergap Polisi

79
0
SHARE

BHARATANEWS.ID IDEPOK – Seorang duda ditangkap buser Polsek Pancoran Mas di rumah teman wanitanya, Jalan Raya Keadilan, Rangkapan Jaya Baru, Pancoran Mas Kota Depok, Rabu (21/12) petang. Pelaku diamankan lantaran meneror korban teman wanitanya dengan ancaman bom.

Wakapolresta Depok AKBP Candra Kumara mengatakan pelaku Hidayat alias Dayat,47, warga Cibinong, ditangkap dipimpin Kanit Reskrim Polsek Pancoran Mas IPTU Jajang Rahmat dibantu anggota buser dengan senjata lengkap. Tanpa perlawanan pelaku yang sedang main di rumah Dewi Suryandari,44, langsung diamankan dan dibawa ke Polsek.

“Berdasarkan laporan korban Dewi ke SPKT Polsek Pancoran Mas mengaku dirinya kerap diteror sama pelaku. Tidak hanya mengancam dengan menggunakan senjata tajam, namun pelaku juga mengancam dengan petasan rakitan diakui seperti bom,”ujarnya saat dikonfirmasi didampingi Kapolsek Pancoran Mas Kompol Nadapdap.

Setelah anggota melakukan penyelidikan benda yang dirakit pelaku menyerupai pipa, diketahui bahwa benda tersebut bukan bom namun petasan dengan daya ledak low eksplosif.

“Bentuknya menyerupai pipa awal laporan korban pelaku mempunyai bom, ternyata setelah diamankan benda yang selalu digunakan pelaku untuk mengancam korban ternyata petasan yang diminta pelaku dari kenalannya Pepeng,”katanya.

Jebolan Akpol 1996 mengaku, hasil penggeledahan pelaku menyita petasan terbungkus pipa peralon bersumbuh dililit lakbam hitam dengan korek api, lalu sebuah HP merek Cross, dan KTP.

“Pelaku kini masih dalam pemeriksaan petugas Reskrim Polsek Pancoran Mas,”tutupnya.

Dewi mengatakan dirinya mengenal pelaku sudah hampir 4 tahun. Lantaran dirinya mempunyai hutang kepada pelaku sebesar Rp. 50 juta untuk biaya proyek pembangunan rumah berkerjasama dengan salah satu pengembang rumah di Depok.

“Selama tiga bulan pelaku sudah saya kasih tempat tinggal. Namun kebaikan saya disalahartikan pelaku meminta nikah dengan saya namun saya tolak,”katanya.

Mantan istri WNA dari Arab ini menolak lamaran pelaku lantaran belum bisa mengembalikan utangnya. Pelaku melakukan teror dengan cara merusak rumah korban, lalu mengancam dengan menggunakan pisau dan dengan bom.

“Teror pelaku membuat hidup saya tidak tenang. Pelaku juga mengucapkan mempunyai benda yang dapat membuat ledakan besar hingga membuat saya mati juga,”ungkap seorang pengusaha travel ini.

“Pelaku juga mengaku punya senjata di kontrakannya Cibinong, semoga petugas dapat menyelidiknya.” (Angga/poskotanews.com)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here