Horeee… Masih SD Sudah Kampiun soal Gizi dan Kesehatan

99
SHARE

BHARATANEWS.ID | KESEHATAN – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) melalui kerja sama dengan Nestlé DANCOW dan Perhimpunan Dokter Gizi Medik Indonesia (PDGMI) menggelar kompetisi Dokter Kecil-Mahir Gizi (DKMG) Tingkat Nasional 2016. Hasilnya, ada tiga sekolah dasar yang menjadi juara.

Untuk juara pertama dipegang SDIT Al Bina dari kota Pangkal Pinang melalui proyek Mini Green House AM_AMS. SDIT di ibu kota provinsi Bangka Belitung itu pun berhak atas hadiah tabungan pendidikan senilai Rp 10 juta.

Selanjutnya, sebagai juara II adalah SD Sang Timur Pasuruan melalui proyek Bola Gizi dan Labirin 10 Tanda Umum Anak Bergizi Baik. Posisi itu mengantar SD Sang Timur berhak atas hadiah tabungan pendidikan Rp 7,5 juta.

Sedangkan penyandang juara III adalah SDN Tegal Parang 01 Pagi Jakarta Selatan dengan proyek Aksi Mr. Mazi dari Sudut Terang. Hadiahnya berupa tabungan pendidikan senilai Rp 5 juta.

Direktur Pembinaan Sekolah Dasar Kemendikbud RWowon Widaryat mengatakan, program DKMG hasil kerja sama dengan Nestle Dancow dan PDGMI telah dikembangkan sejak 2010. Tujuannya adalah memberikan pendidikan tentang gizi, kesehatan dan kebersihan diri kepadai para siswa sekolah dasar, para guru serta orang tua mereka.

“Selama enam tahun penyelenggaraannya, program DKMG telah memberikan dampak positif pada peningkatan kesadaran dan status gizi siswa sekolah dasar. Hal ini penting bagi pemerintah karena untuk membangun manusia Indonesia unggul dan berdaya saing, haruslah dimulai dari tubuh yang sehat,” ujarnya saat pengumuman juara DKMG Tingkat Nasional 2016 yang diikuti penyerahan hadiah di Jakarta, Selasa (20/12).

Selain pengumuman juara DMKG, ada pula penghargaan kepada Sulik Endah sebagai guru pembimbing terbaik. Guru diSD Gedong 01 Jakarta Timur itu memperoleh hadiah Rp 2 juta.

Kompetisi DMKG tahun ini juga digelar melalui sistem online. Ada 150 SD yang mengikuti program DKMG Online.

Karenanya, pada kesempatan yang sama juga diumumkan tiga SD terbaik dalam program DKMG Online. Yaitu Sekolah Alam Insan Mulia Surabaya dengan proyek Ayo Makan Ikan Implementasi Makanan Sehat Seimbang Sebagai Pemenuhan Sumber Protein Bagi Tumbuh Kembang Optimal Siswa), SD Muhammadiyah 18 Medan (Belajar Menu Makanan Bergizi Seimbang dengan Berkompetisi Menggunakan Bola Kemudi Makanan Bergizi), dan SDS Astra Agro Lestari Palangkaraya (Langkah Jitu Dokter Kecil Guna Meningkatkan Mutu Gizi Seimbang Siswa-Siswi).

Ketua Umum PP PDGMI Endang L. Achadi mengatakan, pihaknya melakukan pendampingan kepada sekolah peserta dari awal hingga akhir proses seleksi. PDGMI menyediakan modul DKMG bagi peserta.

Menurutnya, proyek yang diimplementasikan ternyata semakin variatif dan menunjukkan bahwa para Dokter Kecil hingga guru pendamping sangat ingin membuat perubahan agar sekolahnya menjadi lebih sehat. “Kami berharap dengan adanya program nasional ini, status gizi anak Indonesia akan semakin baik dan meningkat,” ujarnya.

Business Executive Manager Dairy PT Nestlé Indonesia Windy Cahyaning Wulan menambahkan, program DKMG sejak pertama kali diperkenalkan hingga tahun ini telah menjangkau lebih dari 1 juta siswa termasuk 5.760 Dokter Kecil–Mahir Gizi dari sekitar 2.255 SD di 52 kota yang tersebar dari Sumatera hingga Papua. Karenanya dia begitu bangga terhadap hasil proyek seluruh peserta DKMG.

Windy pun berharap agar program DKMG terus melahirkan agen-agen perubahan yang mampu memberikan pengaruh positif terkait gizi, kesehatan dan kebersihan diri kepada teman-temannya di sekolah. “Hal ini sejalan dengan misi Nestlé Indonesia untuk turut mewujudkan masyarakat Indonesia yang lebih sehat serta mendukung Program Gizi Anak Sekolah Kemendikbud RI,” pungkasnya.(jpg/ara/jpnn)