TPN Ringkus Pengedar Sabu di Depan SMA

59
SHARE
BHARATANEWS.ID | BOGOR – Tim Pemburu Narkotika (TPN) Satnarkoba Polresta Bogor Kota mengungkap predaran sabu-sabu dengan cara transaksi di kawasan Sekolah Menengah Atas (SMA) di Kota Bogor.
Kali ini polisi berhasil mengamankan tiga paket kecil dengan harga jutaan rupiah dari seseorang yang dikenal dengan nama Lemon (31), modusnya dengan transaksi di tempat tapi dengan keadaan motor yang dikendarai dalam keadaan mesin tetap menyala. Tujuannya saat transaksi diketahui oleh aparat berwajib, pengedar bisa mudah melarikan diri.
Kabid Humas Polda Jawa Barat, Komisaris Besar (Kombes) Polisi Yusri Yunus menguturkan, TPN berhasil mengamankan seorang pengedar sabu Eman Sulaiman atau Lemon (31) yang bekerja sebagai montir motor warga Jl.Bhayangkara RT 01/03, Kelurahan Sindangbarang, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor. “Dari tangan tersangka Polisi berhasil mengamankan klip atau paket sabu-sabu seberat 5,21 gram,” ungkapnya kepada INILAH, Selasa (20/12/2016) pagi.
Yusri melanjutkan, tersangka Lemon berhasil diamankan Polisi di Jalan Selakopi depan SMA Pembangunan, Kelurahan Sindangbarang, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor pada Senin (19/12/2016) sekitar pukul 02:35wib.
“Kemudian tersangka berikut dengan barang buktinya dibawa ke Mako Sat Res Narkoba Polresta Bogor Kota guna proses hukum lebih lanjut,” tambahnya.
Yusri melanjutkan, pada hari Senin 19 Desember 2016 sekira pukul 02:35 WIB di
depan SMA Pembangunan diketahui ada transaksi penyalahgunaan Narkoba dengan nama penjual Lemon, kemudian TPN melakukan lidik dan mengumpulkan data pelaku tersebut.
“Setelah informasi terkumpul dan pada waktu biasa TO nongkrong dengan kendaraan yang sudah diketahui pasti pada hari Senin subuh di depan SMA Pembangunan I target sedang berada di atas motornya yang selalu menyala dan langsung kami amankan lemon,” tuturnya.
Yusri menjelaskan, tersangka kemudian dilakukan penggeledahan badan ditemukan 1 klip/paket sabu-sabu di kantong celana belakang sebelah kiri di dalam kotak plastik warna putih, 1 klip/paket sabu-sabu di kantong switer sebelah kiri warna hitam yang dipakai tersangka dan 1 klip/paket sabu-sabu ditemukan di dalam kepala kunci diselipkan ditemukan di bawah motor jenis RX king dan diakui milik tersangka.
“Hasil introgasi bahwa sabu tersebut berasal dari M (DPO) sebanyak lima gram dengan harga Rp 5,7 juta pada hari Kamis 15 Desember 2016 sekira pukal 08.00 WIB di Stasun Tanah Abang dengan sistim tempel, “bebernya.
Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya, Yusri mengatakan, tersangka dikenakan Pasal 114 ayat ( 1) sub Padal 112 ayat (1) dan atau Pasal 111 ayat ( 1 ) UU RI No 35 tahun 2009 tentang narkotika. “Kasus akan dikembangkan oleh TPN untuk menangkap bandar besar,”ujarnya.(inilahkoran.com)