Begini Tradisi Bersantap Warga Makassar

2895
SHARE

BHARATANEWS.ID | KULINER – Makasar, Sulawesi Selatan, memang layak menjadi destinasi kuliner Nusantara. Beraneka makanan tradisional tersaji di sana. Uniknya lagi, ada tradisi khusus menyantap makanan di sana.

Tradisi manikmati menu khusus pada jam-jam tertentu sudah dilakoni turun temurun oleh warga Sulawesi Selatan.

“Di Makassar ini kalau mau makan 24 jam ada makanannya, saya rasa tidak ada di daerah lain seperti ini,” kata Wali Kota Makassar Ramdhan Danny Pomanto, Senin 19 Desember 2016.

Dia menuturkan tradisi menyantap kuliner sesuai kebiasaan masyarakat Makassar. “Kalau subuh-subuh itu biasanya makannya songkolo,” ujar Danny.

Songkolo merupakan makanan yang terbuat dari beras ketan yang dikukus hingga matang. Karena terkenal kuliner subuh, songkolo sudah tersedia di warung-warung di Makassar sejak dini hari.

Selanjutnya pada pukul 06.00 WITA hingga 08.00 WITA, santapan khas warga Makassar adalah nasi kuning yang biasanya dimakan dengan lauk seperti telur, paru-paru goreng, dan lainnya.

“Pak JK (wakil presiden) kalau pulang ke Makassar beliau paginya tetap makan ini, nasi kuning,” ujar Danny Pomanto.

Menjelang siang antara pukul 08.00 WITA hingga 10.00 WITA, makanan yang cocok adalah coto Makassar. Kuliner tradisional Sulsel ini biasanya dimakan dengan ketupat atau telur asin.

Selanjutnya pada siang antara pukul 10.00 WITA hingga 12.00 WITA, makanan favorit warga adalah pallubasa. Makanan ini terbuat dari irisan daging dimasak dengan bumbu rempah-rempah dan sekilas mirip coto, hanya saja santannya lebih kental.

Beranjak sore makanannya apa? “Sore itu makannya konro, jadi bukan coto,” ujar Danny.

Sop konro yang berbahan daging sapi dicampur kuah sop memang cocok menemani sore di Makassar, karena rasa dan aromanya menggungah selera.

Malam tiba, saatnya berburu makanan lebih ringan. Danny mengatakan, makanan favorit warga Sulsel di malam hari adalah mi. “Midle, macam-macam mi,” ujarnya.

Selain mi, kuliner khas malam di Makassar adalah pisang epe berpadu dengan saraba, sari jahe dicampur santan dan gula merah. Kuliner ini makin sedan bila dicicipi sambil menikmati suasana Pantai Losari.(okezone.com)