Usai Operasi Pemisahan Kembar Siam, Devina Kritis

74
0
SHARE

BHARATANEWS.ID | KESEHATAN – Kondisi kesehatan salah seorang balita kembar siam asal Sumedang, yakni Devina (2) kini dalam keadaan kritis. Sebaliknya, adiknya yakni Devani kini kesehatannya berangsur-angsur membaik. Kondisi balita kembar siam warga Dusun Panyirapan RT 03/RW 06, Desa Mekarjaya, Kecamatan Sumedang Utara itu, setelah menjalani operasi pemisahan sebagian anggota tubuhnya yang menyatu di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung, Kamis, 15 Desember 2016 lalu.

“Devina mulai kritis, sejak Sabtu kemarin. Sampai sekarang, Devina belum sadarkan diri dan masih mendapatkankan perawatan intensif oleh tim dokter di ruang ICU (Intensif Care Unit),” tutur Kepala Desa Mekarjaya, Dudung Suryana ketika dihubungi melalui telefon di RSHS Bandung, Minggu, 18 Desember 2016.

Menurut dia, kondisi kritis yang dialami Devina, sehubungan terjadi pembengkakan di kaki karena tidak ada aliran darah dari lutut sampai telapak kaki. Namun demikian, tim dokter terus berupaya memberikan pengobatan supaya aliran darah bisa mengalir lancar sampai ke telapak kaki. Upaya itu diintensifkan, karena dengan pemberian obat sebelumnya, berhasil mengalirkan darah dari paha sampai ke lutut. Hanya saja, aliran darah dari lutut sampai ke telapak kaki belum bisa mengalir.

“Kami terus berdoa, supaya aliran darah bisa sampai ke telapak kaki. Jika tidak, jalan terbaiknya kaki dari lutut sampai telapak kaki harus diamputasi. Kami bersama orang tuanya terus berdoa kepada Allah SWT, supaya pengobatannya berhasil sehingga kaki Devina tetap utuh,” ujar Dudung.

Ia mengatakan, meski Sabtu kemarin urat nadi atau detak jantung Devina sempat drop, disyukuri kini berangsur-angsur normal. Diharapkan, kondisi kesehatan Devina terus membaik hingga bisa secepatnya pulih kembali. “Cuma sampai sekarang Devina belum sadarkan diri,” katanya.

Disinggung rencana awal sebelum operasi, salah seorang balita kembar siam tidak akan memiliki kaki sehinggga harus menggunakan kaki palsu, ia mengatakan, justru ada kabar baik, kedua-duanya bisa memiliki kaki. Hal itu, berdasarkan hasil CT Scan dan Rontgen. “Itu rencana awal. Alhamdulillah dari hasil CT Scan dan Rontgen, kedua-duanya bisa memiliki kaki,” tuturnya.

Lebih jauh Kuwu (Kades) Dudung menjelaskan, kondisi sebaliknya terjadi pada adiknya, Devani. Kendati beberapa jam pascaoperasi Devani sempat kritis, justru lambat-laun kondisinya mulai membaik. “Sekarang, Devani sudah sadar dan bisa membuka mata. Bahkan kini sudah bisa berkata-kata. Devani sudah bisa bilang papa dan mama. Alhamdulillah,” ucapnya yang ikut menyaksikan proses operasi hingga sekaligus memantau kondisi kesehatan balita kembar siam sampai sekarang.

Ia menambahkan, untuk pemulihan kondisi kesehatan serta kesembuhan balita kembar siam Devina dan Devani pascaoperasi, atas nama keluarga balita kembar siam ia memohon doa dari seluruh masyarakat Sumedang. Tak lupa, ia pun mengucapkan terima kasih banyak kepada tim dokter RSHS Bandung yang sudah berjuang keras menangani perawatan, pengobatan hingga operasi pemisahan sebagian anggota tubuh balita kembar siam. Begitu pula dengan Bupati Purwakarta, Dedi Mulyadi yang begitu peduli memberikan berbagai bantuan , bahkan memiliki empati yang begitu besar terhadap kesembuhan balita kembar siam.

“Sampai-sampai atas perintah Pak Dedi, ajudannya menginap di rumah sakit ikut menunggu proses operasi hingga selesai. Sekaligus juga, memantau kondisi kesehatan balita kembar siam. Saya secara pribadi, begitu berharap para pejabat di Sumedang memiliki rasa kepedulian dan empati seperti itu. Sebab, kasus seperti ini termasuk langka dan luar biasa yang butuh perhatian semua pihak, termasuk jajaran Pemkab Sumedang,” ucapnya seraya mengatakan yang ikut menyaksikan proses operasi di rumah sakit, antara lain ia dan istrinya, seorang kader PKK dan ajudan Dedi Mulyadi. Bahkan orang tuanya ikut menyaksikan langsung proses operasi di layar monitor di rumah sakit,” tutur Dudung.***(pikiran-rakyat.com)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here