Sumsel Rawan Kriminal, Operasi Senpi Liar Digelar

56
SHARE

BHARATANEWS.ID | KRIMINAL – Tindak kriminal jenis pencurian dengan kekerasan (curas) selama kurun waktu 2007-2008 dalam wilayah yurisdiksi sipil di Sumatra Selatan (Sumsel) melibatkan 85 tersangka yang menjalani proses hukuman.

“Curas pada empat wilayah hukum Sumsel jumlahnya mencapai 82 kasus,” kata Kepala Kepolisian Daerah (Polda) Sumsel Irjen Pol Ito Sumardi DS, di Palembang, Selasa (26/2/2008).

Indeks kejahatan tersebut, yakni Polda Sumsel menangani 15 kasus dengan 19 tersangka, Poltabes Palembang 17 kasus 22 tersangka, Polres Ogan Komering Ilir (OKI) 28 kasus 18 tersangka, Polres Ogan Komering Ulu (OKU) 15 kasus 16 tersangka, dan Polres OKU Timur 7 kasus dengan 10 tersangka.

Terakhir pada 2008 ini, 1 kasus curas dengan 5 tersangka sedang diproses Direktorat Reskrim Polda Sumsel, 6 kasus 9 tersangka di Poltabes Palembang, 6 kasus 11 tersangka di Polres OKI, 4 kasus 3 tersangka di OKU, dan 4 kasus 2 tersangka di OKU Timur.

Ito mengungkap, bahwa polisi juga menyita barang bukti berupa alat-alat kejahatan. Bentuknya senjata api (senpi) jenis FN 8 pucuk berikut 244 butir amunisi, senpi rakitan 20 pucuk, senjata tajam 10 buah, granat 1 butir, selongsong peluru 37 kotak, senpi laras panjang 3 pucuk, kendaraan bermotor 15 unit, topeng penutup kepala 4 buah, dan borgol 1 buah.

“Dalam dua pekan ke depan, kami mengintensifkan operasi penyitaan senpi liar. Warga diimbau menyerahkan senpi yang mereka simpan kepada polisi,” tutur Kapolda Sumsel.

“Sedang bagi senjata organik milik aparat yang disalahgunakan akan dikenakan hukuman,” pungkas Ito sambil menjelaskan bahwa senpi yang dipergunakan untuk keperluan olahraga menembak dan berburu telah diinventarisir pihak kepolisian.

(news.okezone.com)