Ini Bukti Kekejaman Militer Myanmar pada Kaum Rohingya

78
SHARE

BHARATANEWS.ID | INTERNASIONAL – Amnesty International menyatakan aparat keamanan Myanmar menyasar kaum Rohingya selama operasi bumi hangus di Rakhine yang keji. Pelanggaran yang dilakukan militer bisa merupakan kejahatan terhadap kemanusiaan.

“Para serdadu membunuh dan memperkosa orang-orang Rohingya. helikopter-helikopter menembak secara membabi buta kepada penduduk sipil dan Bangladesh secara ilegal mengusir balik ribuan pengungsi,” tegas AMnesty International dalan siaran persnya pada Jaringnews.com pada Senin (19/12) pagi.

Aparat keamanan Myanmar bertanggung jawab terhadap pembunuhan di luar hukum, perkosaan berkali-kali, dan pembakaran rumah dan keseluruhan kampung dalam suatu  operasi kekerasan terhadap kaum Rohingya yang bisa merupakan kejahatan terhadap kemanusiaan, ungkap Amnesty International dalam sebuah laporan hari ini.

Berdasarkan wawancara yang panjang dengan orang-orang Rohingya baik di Myanmar maupun Bangladesh, dan juga analisa gambar, foto, dan video satelit, laporan ini juga mendokumentasikan bagaimana belasan orang telah ditangkap secara semena-mena selama operasi keamanan militer yang tidak proporsional dan keji di negara bagian Rakhine selama dua bulan terakhir.

“Militer Myanmar telah menyasar penduduk sipil Rohingya dalam sebuah operasi kekerasan yang sistematik dan kejam. Laki-laki, perempuan, anak-anak, seluruh keluarga, dan seluruh warga kampung telah diserang dan jadi korban kekerasan, sebagai sebuah bentuk penghukuman kolektif,” menurut Rafendi Djamin, Direktur Amnesty International untuk Asia Tenggara dan Pasifik.

“Tindakan-tindakan yang tercela dari militer bisa menjadi bagian dari serangan yang meluas dan sistematik terhadap penduduk sipil dan bisa merupakan kejahatan terhadap kemanusiaan. Kami khawatir bahwa cerita-cerita mengerikan kekerasan yang kami ungkap tersebut hanya merupakan puncak dari gunung es yang tidak terlihat.”

“Meski militer secara langsung bertanggung jawab terhadap kejahatan tersebut, Aung San Suu Kyi telah gagal memenuhi harapan terhadap tanggung jawab moral dan politiknya untuk mencoba menghentikan dan mengutuk apa yang terjadi di negara bagian Rakhine state.”

Mereka melakukan serangan dan pembunuhan yang membabi buta serta perkosaan dan kekerasan seksual lainnya.

Riset Amnesty International mengungkapkan bagaimana operasi militer telah melampaui jauh dari apa yang bisa dianggap sebagai sebuah respon yang proporsional terhadap suatu ancaman keamanan. Berbagai saksi mata menggambarkan bagaimana para serdadu memasuki kampung-kampung mereka, menembak secara membabi buta kepada  dan menewaskan penduduk kampung, perempuan, laki-laki, dan anak-anak.

Serdadu-serdadu Myanmar juga telah memperkosa atau melakukan kekerasan seksual lainnya kepada para perempuan dan anak perempuan selama operasi, biasanya sebagai bagian dari serangan ketika para laki-laki di kampung tersebut telah melarikan diri.

Militer dan polisi penjaga perbatasan juga telah menangkap ratusan orang sebagian besarnya laki-laki Rohingya, sering menyasar orang-orang lanjut usia di kampung, pedagang, dan pemimpin komunitas.

Amnesty International telah mengkonfimasi bahwa pihak militer telah membumihanguskan lebih dari 1.200 rumah dan bangunan orang-orang Rohingya dan kadang-kadang membakar habis seluruh kampung.

( Deb / Deb )(jaringnews.com)