Indonesia Desak Pemulihan Keamanan dan Stabilitas di Rakhine State

52
0
SHARE

BHARATANEWS.ID | INTERNASIONAL – Menlu RI Retno Marsudi menegaskan akan menghadiri pertemuan ASEAN di Yangon, Myanmar dengan desakan utamanya yaitu penanganan serius nasib Rakhine.

”Saya akan hadir di pertemuan ASEAN Retreat di Yagoon, yang utamanya akan membahas perkembangan di Rakhine State,” tegasnya.

Atas undangan State Counselor Myanmar, Daw Aung San Suu Kyi, para Menteri Luar Negeri ASEAN akan bertemu dalam format retreat pada Senin  (19/12) ini di Yangoon Myanmar. Pertemuan tersebut utamanya akan membahas perkembangan situasi di Rakhine State.
“Pertemuan ini merupakan suatu langkah baik, yang memberikan kesempatan ASEAN, sebagai suatu keluarga besar, membahas secara konstruktif situasi di Rakhine State”, ucap Menlu Retno.

Pada pertemuan ASEAN Retreat tersebut, Indonesia akan menekankan pentingnya untuk segera memulihkan keamanan dan stabilitas di Rakhine State. Indonesia juga akan terus mendorong agar penghormatan dan perlindungan terhadap HAM bagi semua masyarakat di Rakhine State, termasuk minoritas Muslim, untuk terus ditegakan.

Selain itu, Indonesia akan mengusulkan agar kiranya akses kemanusiaan terus diperluas, termasuk akses bagi pemberian bantuan kemanusiaan dari ASEAN.

“ASEAN memiliki kemampuan untuk dapat membantu sesama anggota keluarga yang sedang menghadapi tantangan. Indonesia harapkan negara-negara ASEAN dapat mendukung secara konkrit upaya Myanmar untuk membuat situasi di Rakhine State lebih stabil dan kondusif,” tutur Menlu RI.

Kunjungan Menlu Retno ke Myanmar ini merupakan yang kedua dalam sebulan terakhir, yang bertujuan untuk membahas perkembangan situasi di Rakhine State, Myanmar. Sebelumnya pada 6 November 2016 lalu, Menlu RI bertemu dengan Daw Aung San Suu Kyi di Naypyidaw, menyampaikan keprihatinan Indonesia terhadap sitausi di Rakhine State dan membahas langkah maju yang dapat dilakukan Myanmar, termasuk membuka akses kemanusiaan dan mengajak negara-negara ASEAN mendukung pembangunan di Rakhine State yang inklusif.

Sesuai yang disampaikan SOM Leader Myanmar untuk ASEAN, Dubes U Myint Thu, pada pertemuan SOM ASEAN di Bali 9 Desember 2016, Pertemuan ASEAN Retreat di Yangoon ini adalah tindak lanjut dari hasil pertemuan Menlu Retno dengan State Counsellor, Daw Aung San Suu Kyi, bulan 6 Desember lalu.

( Deb / Deb )(jaringnews.com)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here