Gusnar Efendi Sulap Limbah Bungkus Kopi Menjadi Barang Unik

283
0
SHARE

BHARATANEWS.ID | BOGOR – Limbah plastik bekas sampah memiliki dampak paling mengerikan bagi lingkungan, sebab butuh puluhan bahkan ratusan tahun sampah plastik dapat terurai dalam tanah.

Mengetahui hal tersebut, Gusnar Efendi warga Cibinong penjual Kopi Eceran di Pemda Kabupaten Bogor mencoba mengolah sampah plastik dari bungkus kopi menjadi kerajinan tangan yang memiliki nilai seni yang tinggi.

Gusnar mengkreasikan sampah dari bungkus kopi menjadi berbagai kerajinan tangan seperti tiker, tas, bingkai foto, hiasan dinding, tirai dan lain sebagainya.

56757bff-7d3f-4729-9ff9-24d484c6f1b2

1940268c-1c90-4403-bc01-09b0c84c2db7

Gusnar mengatakan sudah dari tahun 1990 dirinya menekuni dan mengajari warga di sekitarnya untuk membuat kerajinan tangan tersebut.

“Saya mulai membuat kerajinan tangan ini dari bungkus kopi mulai dari tahun 1990, sambil jualan kopi jadi, bungkusnya saya kumpulin lalu saya bikin kerajinan tangan ini”, ujarnya kepada bharatanews.id.

Gusnar juga mengatakan pengolahan limbah plastik dari bungkus kopi tersebut dilatar belakangi dengan banyaknya sampah plasti dari tukang kopi yang lantaran sangat banyak berserakan di jalanan.

“Sampah plastik kan tidak bisa membusuk di tanah, jadi saya coba inisiatif memungut dan membuat kerajinan tangan dari limbah plastik ini lalu menjualnya, ternyata ada saja konsumen yang membeli kerajinan tangan dari bungkus kopi ini”, tuturnya.

Dalam pembuatan kerajinan tangan dari bungkus kopi tersebut juga sangat sederhana dan tidak membutuhkan lem untuk menempelnya. Hanya bermodal niat dan kesabaran, kerajinan tangan sudah bisa dibuat.

ae43d998-2af3-490a-8ceb-3ca1d00db5df

“Cara menempelkan bungkus kopi ini cuma menyambung-nyambungkannya saja sesuai motifnya. Gak perlu pake lem atau gunting. Yang penting sabar dalam membuatnya”, terangnya.

“Kalau biasanya sampah langsung dibuang, sekarang banyak warga yang memiliki ide-ide untuk membuat kerajinan dari barang bekas,” tambahnya.

Gusnar mengaku, meski sudah menciptakan beberapa produk, dirinya masih memiliki kendala dalam bidang pemasaran. Hingga kini ia masih kesulitan mencari lokasi maupun pengepul untuk menjual hasil karyanya itu.

”Kami kesulitan dalam menjual kerajinan tangan ini, walaupun kadang – kadang ada saja yang memesan atau datang kerumah untuk membelinya. Yah setidaknya hasil kerajinan kami ini bisa dimanfaatkan untuk keperluan rumah tangga”, pungkasnya. (jat)

5b3fd26c-5290-417f-9c3c-72fea62c865c

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here