Dugaan Pungutan Liar Muat Bongkar, 4 Pengurus Koperasi Diamankan

66
SHARE

BHARATANEWS.ID | KRIMINAL – Anggota Satuan Tugas Sapu Bersih Pungutan Liar (Satgas Saber Pungli) Polda Kalbar mendatangi Koperasi Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) Jasa Karya Unit R/D Pelabuhan Dwikora Pontianak, di Jl Pak Kasih Nomor 6, Sabtu (17/12) pukul 14.30 WIB.

Satgas mengamankan lima pengurus Koperasi TKBM Jasa Karya Unit R/D. Mereka adalah HR, ID, DG, DW, AS, dan seorang perempuan yang belum diketahui identitasnya.

Adalah Kasubdit Tipikor Polda Kalbar, AKBP Permadi, yang memimpin dan turun langsung ke lokasi bersama 7 anggota.

AKBP Permadi memastikan kasus yang ditangani Satgas masih dalam tahap pengembangan. Semua yang diamankan masih menjalani pemeriksaan.

“Pak R (ketua. Red) belum kita tangkap. Baru kita panggil untuk kita mintai keterangan,” ujar AKBP Permadi saat dikonfirmasi Tribun, Minggu (18/12) siang.

Permadi memastikan apa yang dilakukan Satgas ini terkait dengan upaya pemberantasan pungli di Kalbar.

Dalam hal ini di lingkungan Koperasi TKBM Jasa Karya Unit R/D Pelabuhan Dwi kora Pontianak.

“Yang jelas ini dalam rangka Satgas Saber Pungli,” tegasnya.

Permadi enggan menjelaskan lebih jauh seperti apa kasus yang menjerat enam orang ini.

Hanya, ia memastikan dirinya sudah berkoordinasi dengan pimpinan Polda Kalbar. Termasuk Direktur Reserse Kriminal Khusus.

Informasi lebih jelas akan dipaparkan Polda Kalbar hari ini, Senin (19/12). “Kita sedang mempersiapkan bahan untuk rilisnya,” tutup Permadi.

Ketua Koperasi TKBM Jasa Karya Unit R/D, HR, masih enggan memberikan keterangan panjang lebar. Dikonfirmasi Tribun, ia hanya bicara singkat.

HR menepis dirinya telah dijadikan sebagai tersangka oleh Satgas Saber Pungli Polda Kalbar. Namun, dirinya membenarkan diambil keterangan untuk keperluan konfirmasi dan klarifikasi.

“Belum tersangka, karena masih dalam proses klarifikasi,” ucap HR singkat.

Tribun mencoba mendatangi Kantor Koperasi TKBM Jasa Karya Unit R/D di Jalan Pak Kasih Nomor 9 Pontianak.

Namun, kantor yang tepat berada di seberang Pelabuhan Dwikora Pontianak ini, tertutup rapat.

Bangunan rumah toko (ruko) dua lantai itu pintu masuknya digembok dengan dua buah gembok. Beberapa sepeda motor terlihat terparkir di depan kantor.

Warga sekitar, enggan berbicara mengenai kedatangan aparat kepolisian di kantor koperasi itu, Sabtu siang.

“Kantor memang tutup kalau hari Minggu. Senin baru buka,” ujar seorang warga yang tak mau namanya dipublikasikan karena merasa tidak enak.

Ia membenarkan kalau Sabtu siang banyak anggota polisi yang datang ke Kantor Koperasi TKBM. Namun, ia tidak mengetahui pasti apa yang sebenarnya terjadi.

“Iya. Kemaren memang banyak anggota polisi yang datang di kantor itu. Tapi saya juga tidak tahu ada apa,” katanya.

Klarifikasi Pelindo

Warga lainnya, yang juga enggan menyebut nama, menambahkan anggota polisi datang sekitar 13.30. Saat itu, ia juga tidak mengira kalau ada karyawan Koperasi TKBM yang diamankan.

“Emang ramai kemaren tuh, sekitar jam setengah 2 lah. Tapi kita pun nda tahu juga mereka datangnya mengapa,” jelasnya.

Ditanya siapa Ketua Koperasi TKBM, ia menyebut warga sekitar mengetahui kalau ketuanya adalah HR.

Apa tanggapan Manajemen Pelabuhan Dwikora Pontianak? Advisor Pemasaran dan Pelayanan Pelanggan PT Pelindo II Cabang Pontianak, Hendri Adolf, memastikan beberapa orang yang diamankan Tim Saber Pungli Polda Kalbar bukan pegawai Pelindo.

“Kita pastikan kalau yang diamankan itu bukanlah pegawai Pelindo. Itu merupakan koperasi yang juga bagian dari stake holder yang ada di pelabuhan,” tegas Hendri.

(tribunnews.com)