Bantah Tudingan Pengalihan Isu, Kapolri : Kalau Ini Rekayasa, Saya Siap Dicopot

61
0
SHARE

BHARATANEWS.ID IJAKARTA –  Polri meminta masyarakat tidak mudah percaya soal penangkapan teroris yang dilakukan Densus 88 adalah rekayasa, hanya untuk mengalihkan isu persidangan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

“Ini semua berdasarkan kerja keras Densus 88, kerja intelijen yang memonitor terus 24 jam, beruntung ini bisa digagalkan. Di Samarinda terjadi, di Medan terjadi, di Thamrin terjadi, tapi ini bisa digagalkan oleh Densus 88, saya apresiasi,” ujar Kapolri, Jenderal Tito Karnavian, seusai serah terima jabatan (sertijab) Kapolda di Rupatama Mabes Polri. Jumat (16/12).

Bahkan Tito meminta masyarakat yang menyatakan atau berpendapat penangkapan teroris adalah pengalihan isu untuk membuktikan ke Polri dan ke publik.

“Kalau ada bukti bahwa ini rekayasa, tunjukkan buktinya. Kalau terbukti saya tindak tegas. Saya sendiri kalau ini rekayasa, saya siap dicopot,” tambah jenderal bintang empat itu.

Lebih lanjut, Tito memastikan, akan memidanakan pihak‑pihak yang berpendapat, pengungkapan teroris dalam beberapa hari terakhir adalah rekayasa. Entah siapa yang dimaksudkan Kapolri.

Namun, di hari yang sama, Jumat kemarin, politikus Partai Amanat Nasional (PAN), Eko Patrio, dimintai keterangan terkait pernyataannya di salah satu media online.

“Sementara ini kan ada Undang‑Undang, kita lihat mereka punya data tidak? Kita tidak main‑main. Kalau tidak punya data harus dipertanggung jawabkan,” tandas Tito.

Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Boy Rafli Amar sebelumnya, pihaknya tengah menyelidiki tuduhan bahwa pengungkapan kasus terorisme oleh Densus 88 Antiteror Polri merupakan upaya pengalihan isu.

“Itu menjadi bagian yang kita selidiki. Kami tidak mau isu yang berkembang merugikan publik,” ujar Boy.

Boy menganggap pemberitaan soal teroris tidak boleh dianggap remeh. Tuduhan adanya pengalihan isu berpotensi membuat masyarakat menjadi lengah dan kewaspadaannya rendah terhadap gerakan radikal.

Terkait temuan bom di Bekasi beberapa waktu lalu, polisi telah menangkap 11 orang yang diduga saling terkait dengan perencanaan bom bunuh diri di depan Istana Kepresidenan. Seorang “pengantin” wanita sudah dipersiapkan untuk melakukan aksi, pada Minggu (11/12) lalu.(tribunnews.com)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here