Tangkal Uang Palsu, BI Tempatkan Alat Deteksi di Pasar Tradisional

56
0
SHARE

BHARATANEWS.ID I SOLO – Terkait upaya menekan peredsaran uang palsu, Bank Indonesia (BI) menempatkan alat deteksi uang palsu di delapan pasar tradisional di Solo, selain pula di Bandara Adi Soemarmo serta Terminal Bus Tirtonadi. Penempatan alat deteksi uang palsu juga dapat manfaatkan untuk mengetahui tingkat keusakan mata uang rupiah tersebut, di kawasan pasar tradisional ini, tercatat kali pertama di Jawa Tengah (Jateng).

Pimpinan BI Cabang Solo, Bandoe Widiarto, menjawab wartawan, di sela penyerahan bantuan alat deteksi uang palsu di Pasar Gedhe, Jumat (16/12/2016), mengungkapkan, lewat alat canggih itu, komunitas pasar tradisional ataupun masyarakat pada umumnya tidak lagi harus pergi ke kantor perbankan untuk memastikan keaslian uang. Secara manual, deteksi keaslian uang memang dapat dilakukan dengan metode 3 D (dilihat, diraba, dan diterawang), hanya saja kadangkala deteksi manual masih menimbulkan keraguan.

“Satu-satunya cara untuk menghapus keraguan, dengan memanfaatkan alat deteksi uang palsu yang ditempatkan di sudut pasar tradisional,” ujarnya, sembari menyebtu, sementara ini memang baru delapan tradisional, diantaranya, Pasar Gedhe, Pasar legi, Pasar Depok, Harjodaksino, Pajang, Mojosongo, dan sebagainya. Dia pun menyebut, penempatan alat deteksi uang palsu di pasar tradisional, sebagai hal spesial, sebab di pasar modern sekali pun, belum tersedia peralatan semacam itu.

Menjawab pertanyaan peredaran uang palsu di wilayah Solo, Bandoe menjelaskan, dalam kurun waktu satu tahun, rata-rata sekitar 5 ribu hingga 6 ribu lembar terdiri pecahan Rp 50 ribu dan Rp 100 ribu. Dia berharap, penempatan alat deteksi tersebut dapat menekan angka peredaran uang palsu, walaupun sejauh ini pihaknya belum bisa memastikan pasar tradisional sebagai sasaran peredaran uang palsu. (Hut/krjogja.com)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here