Pemprov DKI akan Ubah TPST Bantargebang jadi Kawasan Hijau

56
0
SHARE

BHARATANEWS.ID I JAKARTA – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan membangun lima tempat pengolahan sampah terpadu atau Intermediate Treatment Facility (ITF) di dalam kota. ITF diyakini mampu menampung dan mengolah sampah warga Ibu Kota. Sampah tidak akan lagi dibuang ke Bantargebang, Bekasi.

Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta Sumarsono mengatakan, Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) di Bantargebang akan dijadikan kawasan hijau. Warga yang selama ini menjadi pemulung di kawasan itu akan diberdayakan.

“Otomatis itu (pemulung) berubah dengan adanya pembangunan Bantargebang,” kata Soni, sapaan Sumarsono, di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Jumat (16/12/2016)

Kehadiran proyek ITF DKI tidak akan menghilangkan pendapatan pemulung Bantargebang. Pemprov DKI akan mengupayakan sebuah kebijakan program untuk pemberdayaan para pemulung.

“Nanti bentuknya apa, bukan pemulung lah namanya. Pasti otomatis akan diberdayakan di daerah-daerah Bantargebang,” ucap Soni.

Pemprov DKI menargetkan bisa mengolah sendiri sampah Ibu Kota dalam lima tahun kedepan. Target ini sesuai Peraturan Presiden No.18 Tahun 2016 tentang Percepatan Pembangunan Pembangkit Listrik Berbasis Tenaga Sampah (PLTSa) di Provinsi DKI Jakarta, Kota Tangerang, Kota Bandung, Kota Semarang, Kota Surakarta, Kota Surabaya dan Kota Makassar.

Tahap pertama, lokasi proyek dibangun di kawasan Sunter, Jakarta Utara. PT Jakarta Propertindo diberi amanat bekerjasama dengan Fortum Finland membangun proyek senilai Rp3 triliun itu. Kontrak proyek telah ditandatangani dan diproyeksikan selesai pada 2019.

ITF Sunter ini diklaim mampu mengolah 2200 ton sampah per hari menjadi energi listrik 35-40 MW. Jumlah tersebut bisa mengurangi sepertiga total sampah di TPST Bantargebang yang saat ini menampung 7 ribu ton sampah Jakarta per hari.(metrotvnews.com)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here