Ekstasi Berbentuk Minion Beredar di Depok

97
SHARE

BHARATANEWS.ID I DEPOK – Satuan Reserse Narkoba Polresta Depok menciduk pengedar narkotika jenis ekstasi. Untuk mengelabui petugas, pil haram itu dibetuk seperti karakter kartun Minion.

“Setelah kami bawa ke labolatorium BNN, pil bentuk Minion itu positif metilen dioksi metamfetamin (MDMA) yang sangat ngetop disebut ekstasi,” ujar Kasat Reserse Narkoba Polresta Depok Kompol Putu Kholis Aryana, Jumat (16/12/2016).

Putu menceritakan, pil ekstasi Minion ini merupakan jenis baru dan┬ápertama kali diedarkan di Belanda. “Perkiraan tahun 2015-2016 di Belanda. Kemudian jalurnya ke negara Eropa lainnya lalu Timur Tengah dan masuk ke Asia Tenggara baru-baru ini. Peredarannya biasa melalui laut,” kata dia.

Di Indonesia sendiri, lanjut dia, sebelum ke Depok, ekstasi minion pertama kali ditemukan di daerah Samarinda dan Surabaya. “Karena bentuknya seperti permen anak-anak bisa mengelabui petugas,” tambahnya.

Ia memaparkan kadar kandungan ekstasi dalam pil minion mencapai 160 mg-180 mg. “Efeknya ketika minum itu orang bisa ‘on’ lebih dari dua hari. Karena saking tinggi efeknya tersebut, terkadang pil dipecah hingga 3 kali. Ada juga yang mencapurnya dengan minuman keras. Sangat berbahaya!,” tegasnya.

Biasanya pil minion, kata Putu, diedarkan ke diskotik-diskotik. “Temuan kami kemarin diedarkan di diskotik Bogor. Dijual per butirnya Rp 200 ribu,” ujarnya.

Dirinya berharap orangtua dan guru di sekolah agar lebih waspada serta memperhatikan jajanan anak-anak. “Karena ini bentuknya seperti permen bisa saja terkecoh. Intinya jangan mudah menerima sesuatu dari orang asing. Jika orangtua dan guru menemukan barang mencurigakan seperti itu harap segera lapor ke kami,” pungkasnya.

Sebelumnya, Satnarkoba Polresta Depok menangkap Ismed (34) dan berhasil mengamankan 23 butir ekstasi berbentuk kartun Minion.

Selain menjual satuan, Ismed juga menjual pil ekstasi minion ini dengan cara dipecah-pecah. Satu pil dipecah menjadi dua atau tiga bagian. “Sebagian ada yang dikonsumsi sendiri. Sisanya dijual,” ujarnya.

Ismed mengaku menjual ekstasi ini di kalangan teman-temannya sendiri. Dia mendapat barang dari bandar besar di Jakarta yang saat ini masih dicari keberadaannya. “Pengakuannya di Jakarta. Ini yang masih kita dalami,” ungkapnya.(infonitas.com)