Sekolah Alam Kampung Sawah, Sekolah yang Tak Ingin Jadikan Anak “Ensiklopedia Berjalan”

54
0
SHARE

BHARATANEWS.ID | DEPOK – Sejak 2009, Sekolah Alam Kampung Sawah dibangun di Kota Depok, Jawa Barat. Sekolah alam ini berada di kawasan Perumahan Bukit Pertanian, Tirtajaya, Depok

Berbeda dengan sekolah reguler pada umumnya, Sekolah Alam Kampung Sawah lebih banyak mengajak siswa-siswi mereka untuk belajar di luar ruangan.

Sebab, menurut Direktur Sekolah Alam Kampung Sawah Yuli Pinasthi, alam merupakan laboratorium yang paling lengkap.

“Kelas kami tidak dibatasi ruang sekian kali sekian. Jadi kelas kami adalah seluruh alam semesta. Allah itu sudah menyediakan laboratorium terindah, terlengkap, yang kadang-kadang kita enggak mikir sampai ke sana,” ujar Yuli di Sekolah Alam Kampung Sawah, Minggu (11/12/2016).

Yuli mengatakan, metode pembelajaran Sekolah Kampung Alam adalah mengajarkan anak-anak untuk berpikir kritis.

Mereka dihadapkan langsung pada kondisi nyata di lingkungan. Selain itu, anak-anak akan menemukan jati diri mereka sendiri dan apa yang mereka sukai.

“Caranya belajar bersama alam. Setelah merangsang mereka untuk berpikir kritis, pada akhirnya mereka akan menjadi problem solver,” kata dia.

1203267img-20161211-115915780x390

            Dokumentasi kegiatan Sekolah Alam Kampung Sawah di kawasan Perumahan Bukit Pertanian, Tirtajaya, Depok, Jawa Barat, Minggu (11/12/2016).

Yuli mencontohkan, ketika anak-anak belajar tentang air, mereka akan diajak langsung ke sumber air, seperti sumur dan sungai.Mereka akan belajar mana yang layak dijadikan sumber air dan mana yang tidak.

“Misalnya sungai kotor atau enggak. Kalau kotor harus apa. Jadi merangsang mereka punya solusi untuk masalah,” ucap Yuli.

Pihak Sekolah Alam Kampung Sawah, lanjut dia, tidak ingin banyak memberikan hafalan kepada anak-anak.

Sekolah itu lebih banyak membuat siswa-siswinya bersentuhan langsung dengan alam. Pihak sekolah tidak ingin menjadikan siswa sebagai ensiklopedia berjalan.

“Kenapa kami memilih jalur anti-mainstream, karena pada dasarnya anak-anak tidak layak untuk dijadikan ensiklopedia berjalan. Jadi untuk apa kita memasukkan begitu banyak rumus, begitu banyak hapalan ke anak-anak sementara sekarang ada Google yang bisa diakses di mana-mana,” tutur dia.

Mulanya, sekolah alam tersebut bernama Sekolah Alam Patrick. Namun, pada 2016, sekolah tersebut berganti nama menjadi Sekolah Alam Kampung Sawah.

Nama Kampung Sawah sendiri diambil dari nama daerah di Kota Depok sebagai bentuk kearifan lokal.

“Kampung Sawah adalah salah satu nama daerah di Kota Depok yang saat ini sudah mulai tidak dikenal lagi oleh masyarakat karena sudah berubah menjadi perumahan warga. Jadi nama Kampung Sawah sudah mulai tergusur pelan-pelan,” kata Yuli.( Nursita Sari/Icha Rastika/megapolitan.kompas.com)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here