HARI HAM: Lingkungan Bebas Narkoba Adalah Hak Azasi Anak Indonesia

85
SHARE

BHARATANEWS.ID | JAKARTA – Duta HAM Natasha Dematra menyatakan bahwa salah satu cara memberikan penghargaan akan keberadaan Hak Asasi Manusi (HAM) bagi anak-anak adalah dengan mewujudkan hadirnya lingkungan yang bebas dengan narkoba.

Hal itu disampaikannya di sela-sela acara peringatan Hari Hak Asasi Manusia ke-68 di Balai Kota Bogor, Jumat (10/12/2016). Hari HAM diperingati setiap 10 Desember.

“Merupakan hak asasi manusia setiap anak untuk hidup di lingkungan bebas narkoba,” ujarnya di sela-sela Seminar Penggiat Anti-Narkorba di Balai Kota Bogor, Sabtu (10/12/2016).

Natasha mengatakan generasi penerus bangsa harus berani untuk melawan narkoba dan menjadi tugas para guru, orangtua dan khususnya pemerintah untuk menyediakan lingkungan yang aman, tenteram dan bebas narkoba.

“Bahaya narkoba di generasi muda sudah terlalu parah. Karena anak-anak bukan hanya menjadi pemakai, namun juga bisa  pengedar narkoba di sekolah,” terangnya.

Dirinya memaparkan bahwa orang tua dan guru adalah pintu pertama anak-anak untuk mengenalkan bahaya narkoba dengan benar. Menurutnya, pengawasan yang kuat merupakan faktor yang dapat membantu pencegahan penyebaran narkoba.

“Anak-anak harus diberitahukan sedini mungkin akan bahaya narkoba karena status Indonesia saat ini darurat narkoba,” ujarnya.

Menurutnya upaya yang dapat dilakukan untuk benar-benar perang melawan narkoba adalah dengan menugaskan petugas Badan Narkotika Nasional (BNN) di setiap sekolah untuk memonitor penyebaran narkoba lewat CCTV-CCTV di sekolah.

“Cara ini diharapkan dapat mengurangi ruang gerak pengedar narkoba yang pada saat ini menyasar kalangan anak muda,” ujarnya. Pasalnya, meningkatnya pengguna narkoba di kalangan anak-anak memang sangat memprihatinkan dan harus ditangani dengan serius.

Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto menyatakan Bogor merupakan kota kedua setelah Bandung yang marak narkoba. Berdasarkan data, 1,2 juta orang terjerat narkoba di Bogor. Lebih dari 70 penghuni lapas di Bogor adalah karena kasus penggunaan narkoba. “Ini sangat serius,” tegasnya.

Oleh sebab itu, pihaknya komitmen mendukung pemberantasan narkoba di lingkungan sekolah dan memberikan pengertian akan bahaya narkoba kepada mereka, serta menunjukkan fakta kepada anak-anak sekolah agar jangan memilih masa depan yang suram karena narkoba.(kabar24.com)