Badan Geologi Diminta Kaji Pergerakan Tanah di Sukabumi

76
0
SHARE

BHARATANEWS.ID |SUKABUMI – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat meminta Badan Geologi untuk mengkaji bencana pergerakan tanah di Kecamatan Cikembar dan Kecamatan Cisolok. Hasil kajian tersebut sebagai dasar bahan rekomendasi BPBD untuk mengambil langkah-langkah ke depannya.

Dari data BPBD, di Kecamatan Cikembar, pergerakan tanah dilaporkan terjadi di Kampung Jelegong, RT 03/05, Desa Cibatu pada 27 November lalu. Sebanyak 58 rumah yang dihuni 65 kepala keluarga terdiri dari 185 jiwa dalam kondisi terancam.

Pergerakan tanah itu berada di kawasan Perseroan Terbatas Perkebunan Nusantara (PTPN) VII Cibungur. Lokasinya berada sekitar 10 meter dari permukiman warga yang berada di bantaran Sungai Cimandiri. Luas perkebunan itu mencapai 5 hektare. Sebanyak 1,7 hektare digunakan sebagai permukiman warga.

“Hasil pengecekan BPBD di lapangan, panjang retakan tanah mencapai 800 meter dengan lebar mencapai 2 meter. Dari jumlah 58 unit rumah itu, sebanyak 12 unit rumah mulai terdampak. Bangunannya kedapatan mengalami retak-retak pada bagian dinding,” kata Irwan, Minggu (11/12/2016).

Sementara di Kecamatan Cisolok, pergerakan tanah terjadi di Kampung Cijanti RT 02/04 Desa Pasirbaru Kecamatan Cisolok, Sabtu (3/12/3016). Di kampung itu terdapat 25 rumah atau 31 kepala keluarga terdiri dari 87 jiwa. Dari 25 unit bangunan rumah itu, sebanyak 6 rumah sudah terdampak dan 19 unit rumah lainnya dalam kondisi terancam.

“Dari enam rumah yang terdampak pergerakan tanah, dua rumah kondisinya rusak berat. Penghuni dua rumah itu sudah mengungsi ke rumah saudaranya. Sementara penghuni di empat rumah hanya saat siang tinggal di rumah itu. Kalau malam dan kondisi hujan, mereka mengungsi. Tapi barang-barang di dalam rumah sudah dipindahkan,” tandas Irwan. (sule/poskotanews.com)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here