Wakil Wali Kota Bogor Akui Pembuatan Surga Pejalan Kaki Korbankan Jalur Hijau

77
0
SHARE

BHARATANEWS.ID |BOGOR – Wakil Wali Kota Bogor, Usmar Hariman mengakui adanya sejumlah titik lahan terbuka hijau yang hilang akibat adanya oembangunan pendestrian.

Ada baeberapa yang harus dikorbankan untuk memanjakan para pejalan kaki yang nantinya akan menggunakan pedestrian di seputar Kebun Raya Bogor.

Satu diantaranya adalah ruas jalan yang menyempit dan jalur hijau yanng hilang di Jalan Otto Iskandarinata Kota Bogor.

Bahkan beberapa pengamat lingkungan pun sempat mempertanyakan adanya lahan hijau yang betonasi di jalur tersebut.

Wakil Walikota Bogor Usmar Hariman mengatakan bahwa ditutupnya jalur hijau itu sudah melalui banyak pertimbangan.

“Pada prinsipnya memang betul jalur hijau itu berfungsi sebagai resapan air, maka dari itu pohon-pohon eksisting tidak di tebang, pohon itu tetap dipertahankan, jadi minimal masih ada celah air masuk ke dalam tanah,” ujar Usmar saat dihubungi oleh TribunnewsBogor.com, (9/12/2016).

usmar-hariman_20161018_165338

                                Wakil Wali Kota Bogor, Usmar Hariman saat sidak pedestrian di seputaran Kebun Raya Bogor (KRB), Selasa (18/10/2016)

Selain itu Usmar menambahkan dilihat dari proporsinya masih ada Kebun Raya Bogor yang luasnya 85 hektar yang masih memungkinkan untuk menyerap air.

Usmar pun tidak setuju jika hal itu disebut sebagai melegalkan penghilangan lahan hijau untuk pedestrian.

Tapi dirinya berpendapat bahwa itulah resiko yang sudah diperhitungkan untuk membuat fasilitas umum bagi masyarakat.

“Artinya bukan berarti melegalkan lahan hijau yang jadi pedestrian, ini memang resiko yang sudah diperhitungkan,” ucapnya.

Usmar pun sependapat dengan pengamat lingkungan yang mengatakan bahwa akibat dari betonasi tersebut air tidak masuk ke dalam tanah.

Namun karena terbatasnya lahan yang dibutuhkan untuk pembangunan pedestrian kondisi tersebut terpaksa dilakukan.

“Sebab lain memang karena terbatasnya lahan yang dibutuhkan agar masyarakat lebih banyak berjalan kaki dan bersepeda, jadi peningkatan kualitas dan ukuran pedestrian yg nyaman itu sangat diperlukan,” ujarnya.

Usmar menambahkan meski ada beberapa titik jalur hijau yang dibeton, namun titik lain masih dipertahankan agar jalur hijaunya tidak di hilangkan seperti di Jalan Jalak Harupat dan Jalan Pajajaran.(.tribunnews.com)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here