Sentul City Putus Aliran Air Warga Yang Tidak Taat Aturan  

70
0
SHARE

Sentul – bogoronline.com – Sentul City Tbk, memutus pasokan air minum ke 50 rumah di kawasan real estate. Saat ini, sudah 34 unit rumah dilakukan pemutusan, pelaaksanaan pemutusan tersebut akan dilakukan sampai 1 Des 2016, menyusul adanya ketidakpatuhan warga untuk melaksanakan kewajiban membayar tagihan sehingga memunculkan kecemburuan warga lain yang telah melaksanakan kewajiban. Sentul City bekerjasama dengan PDAM Tirta Kahuripan untuk penyediaan air minum melalui PT. Sukaputra Graha Cemerlang namun ada investasi dan biaya operasional bulanan untuk mengalirkan dari titik di Kandangroda; 17km dari Sentul City dengan beda elevasi 150m.

Keputusan ini memunculkan protes dari Komite Warga Sentul City (KWSC), yakni salahsatu kelompok warga penghuni perumahan mewah di kawasan Sentul City tersebut. Namun, pengelola Sentul City menyampaikan bahwa, persoalan ini sudah ditelaah betul. Dan saat ini perusahaan menggunakan haknya dalam hukum sesuai nasihat kuasa hukum.

“Keputusan ini sudah sesuai dengan surat bupati untuk tetap memberikan pasokan. Adapun pemutusan terhadap para penunggak adalah demi tetap bisa melayani mayoritas warga yang tidak mau kenyamanan sebagai pembayar tertib terganggu. Jika ada perbedaan cara pandang terhadap sisi interpretasi hukum silakan berhubungan dg Kuasa hukum kami. Karena kami telah menyerahkan perihal hukum mengenai hal ini kepada Kuasa hukum,” ujar konsultan hukum Sentul City, Antoni.

Surat Bupati yang dimaksud Antoni, adalah surat Nomor 690/511-Perk  tertanggal 21 Maret 2016. Surat tersebut merupakan jawaban atas surat Ketua Komite Warga Sentul City Nomor. 005/KWSC.P/11/2016 tanggal 2 Februari 2016 perihal Pelaksanaan/Penertiban Air di Sentul City serta memperhatikan PP Nomor 122 Tahun 2015. Menurut Antoni. “surat bupati seringkali di salah tafsirkan, dan dijadikan bahan untuk tidak membayar kewajiban,” begitu kata Antoni.

Ricky salah satu warga yang mengikuti aturan yang ditetapkan oleh Sentul City mengaku setuju pemutusan aliran air ke rumah warga yang tidak mau membayar kewajiban. Menurut dia, setiap perumahan , setiap tempat pasti ada aturan main. “Ada tata tertibnya sendiri dan itu wajar demi kenyamanan,” kata dia. Ia juga kecewa adanya aksi unjuk rasa yang dilakukan sekelompok warga atas masalah ini. “bahwa demo ini tidak mewakili warga, saya tidak mau gara gara demo begini nanti pelayanan menurun, sampah tidak diambil atau security tidak berkualitas seperti sekarang, maka saya akan kejar KWSC” tegasnya.

Di tempat terpisah, Direktur Pengelola, Jonni mengatakan, pihaknya tetap melaksanakan sebisa mungkin pasokan air, sebagaimana amanat Bupati Bogor. Namun jika tetap *harus* terus menerus bergesekan dengan warga yang keberatan membayar tagihan sesuai tarif air Sentul City ini tentu akan berdampak pada beban operasional pengelolaan air minum. Jika keadaan seperti ini berlanjut terus tidak tertutup kemungkinan pengelola terpaksa menghentikan pemasokan Air kepada warga perumahan Sentul City ini dalam waktu dekat ini. “Terpaksa pengelola harus cut lost sebelum terlanjur lebih parah”.

Namun saat ini harapan mulai timbul karena sudah mulai banyak warga yang sadar dan mulai menyelesaikan kewajibannya sebelum pemutusan air ke rumah terpaksa dilakukan.” kata dia.

Jonni menyesalkan di tengah munculnya kesadaran membayar oleh sebagian warga sangat disayangkan masih ada sebagian kecil warga yang tidak setuju untuk membayar. (*/bogoronline.com)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here