Sindikat Perampok Berpistol Ditangkap

30
0
SHARE

BHARATANEWS.ID | KRIMINAL – Sindikat perampok bersenjata api yang kerap beraksi di beberapa lokasi di Jawa Tengah ditangkap aparat Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Jateng. Perampok lintas kota dengan anggota mayoritas residivis itu ditangkap di beberapa tempat.

Isro Waluyo alias Unyil (31), warga Cendana, Kutasari, Purbalingga, Muhammad Johari (34), warga Desa Gresik, Ciawigebang, Kuningan, Jawa Barat, dan Edi Riswanto (46), warga Karangpucung, Kertanegara, Purbalingga yang berperan sebagai eksekutor, ditangkap di halaman parkir tempat hiburan malam Puri Wisata, Jalan Raya Baturraden, Purwokerto.

Sementara Subiyanto alias Toro (40), warga Ngemplak, Sleman yang berperan sebagai sopir, ditangkap di Desa Kedaung, Lemah Abang, Kerawang Timur. Penadah, Deny Junjunan (44), ditangkap di rumahnya di Sumber Sari, Babakan, Ciparay, Bandung.

”Tiga pelaku utama kami tangkap lebih dahulu, dua pekan kemudian menyusul dua pelaku lain yang berperan sebagai sopir dan penadah,” ungkap Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jateng, Kombes Gagas Nugraha saat gelar perkara di Mapolda Jateng, Minggu (27/11). Penangkapan dilakukan setelah pihaknya melakukan penelusuran terkait aksi perampokan yang dilaporkan masyarakat. ”Bermodal laporan tersebut, kami bergerak.

Akhirnya, sindikat perampok kami ringkus,” ujarnya. Sementara itu, Kasubdit Kejahatan dan Kekerasan Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Jateng AKBP Nanang Haryono menambahkan, dari hasil pemeriksaan sementara, kelompok itu terakhir beraksi di Alfamart di Desa Demangsar, Kecamatan Ayah, Kabupaten Kebumen, Rabu (28/9) pada pukul 02.00.

”Sebelumnya mereka beraksi di belasan lokasi, termasuk di Alfamart, Jalan Sudirman, Kroya, Cilacap dan Alfamart Nusawungu, Cilacap,” jelasnya. Modusnya, para pelaku masuk ke minimarket dengan cara mencongkel dan merusak kunci rollingdoor menggunakan gunting pemotong baja. ”Begitu kunci dirusak, mereka langsung masuk ke minimarket tersebut,” ungkapnya.

Todongkan Pistol

Namun saat hendak beraksi terakhir kali, mereka dikejutkan dengan tiga karyawan yang masih berada di minimarket tersebut. ”Mereka langsung menghampiri para karyawan dan menodongkan pistol serta mengancam dengan golok,” ujarnya. Para pelaku mengikat dan menutup mulut para karyawan tersebut dengan lakban. Mereka langsung menguras habis barang-barang dan mengambil uang yang berada di laci kasir.

”Total kerugian diperkirakan Rp 57.772.999,” ujarnya. Polda menyita barang bukti berupa ratusan bungkus rokok, kosmetik, susu, dan barang dagangan lain dari rumah Edi Riswanto. Selain itu, pistol, golok, linggis, serta gunting baja yang digunakan untuk beraksi. Para pelaku dijerat dengan Pasal 365 KHUPtentang pencurian dengan kekerasan. Mereka diancam dengan hukuman 12 tahun penjara.(K44,G2-61)(berita.suaramerdeka.com)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here