Home Internasional PT Harus Miliki Lulusan Berdaya Saing di MEA

PT Harus Miliki Lulusan Berdaya Saing di MEA

27
0
SHARE

BHARATANEWS.ID | INTERNASIONAL – Efek Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) memang belum begitu terasa di Sumatera Barat. Meski demikian semua pihak, termasuk perguruan tinggi (PT) sudah harus mempersiapkan kualitas lulusannya agar dapat bersaing di pasar MEA. Kalau tidak, mereka akan tenggelam dalam kancah persaingan.

Hal ini dikatakan Wakil Rektor IV, Universitas Negeri Padang (UNP), Ardipal, dalam seminar internasional yang digelar Jurusan Sendra Tasik, FBS, UNP, dengan tema ‘Penguatan Penge­ta­huan dan Keterampilan Te­naga Pendidik dalam Men­g­hadapi MEA’ di Taeter Ter­tutup, Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) UNP, kemarin (26/11).

Menurutnya, harus ada upaya yang dilakukan dalam menghadapi MEA yang telah digaungkan pada 31 De­sem­ber 2015 lalu. Upaya itu bisa saja dalam perbaikan kuri­kulum, tenaga pendidik, ma­hasiswa, dan lingkungan bela­jar.

“Karena dengan MEA se­mua aliran barang, jasa, in­vestasi, tenaga kerja, akan bebas. Sehingga tidak ada lagi sekat-sekat antar negara ASEAN,” ungkapnya di ha­dapan ratusan pe­serta seminar internasional itu.

Keterbukaan yang terjadi katanya, juga akan membuka peluang integrasi dan ko­la­borasi antar lembaga pen­didikan di negara anggota ASEAN. Imbasnya tantangan akan semakin besar tidak hanya dari teman satu wi­la­yah tapi juga dari negara lain.

“Makanya kita sudah harus mempersiapkan diri dan juga menyiapkan ke­mam­puan da­lam menghadapi MEA. Ba­gaimana caranya tentu de­ngan menambah soft skill apa pun agar bisa tetap bersaing,” tukasnya. Sementara itu Dr Moh Izwan Syahril dari Ma­laysia mengatakan, tantangan yang dihadapi masa kini adalah tantangan secara global yang dipengaruhi oleh lingkungan dan budaya. Hal ini patut menjadi fokus karena budaya global yang akan dibawa oleh MEA nanti juga banyak ne­gatifnya.

“Sehingga nanti pendidik juga harus mampu men­do­rong pelajar agar bisa ter­hindar dari hal negatif ter­sebut,” katanya.

Rektor UNP, Prof Ga­nef­ri menyebutkan, pendidik dari sekarang memang sudah harus mempunyai kemampuan da­lam menghadapi MEA. Se­perti halnya dalam pen­guasaan bahasa asing. Karena ba­gai­mana pun penguasaan bahasa asing harus dimiliki agar bisa bersaing dengan negara ASEAN lainnya.

Selain itu kata Ganefri, do­sen dan guru juga harus melakukan riset dan pe­ne­litian yang memang dapat di­man­faatkan secara inter­na­sional.

“Seperti jurnal yang me­mang sudah terindeks secara internasional. Karena UNP telah menyiapkan Rp30 mi­liar untuk riset ini,” katanya.

Hal senada juga dikatakan Dekan FBS, Prof Zaim. Bah­wa MEA ini tidak dapat ditolak, yang harus dilakukan saat ini yaitu menghadapinya dengan peningkatan kualitas pen­di­dikan dan juga kualitas pendidik itu sendiri. Agar dapat bersaing dalam kancah perdagangan bebas ASEAN ini.

“Tentu perlu kiat-kiat agar bisa bersaing dalam MEA ini. Kalau tidak maka globasisasi yang akan membuat kita tertinggal,” tambah Nerosti selaku ketua pelaksana kepada Haluan kemarin. (h/isr)(harianhaluan.com)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here