Home Kesehatan Penyakit Gigi Berlubang pada Anak Indonesia Masih Tinggi

Penyakit Gigi Berlubang pada Anak Indonesia Masih Tinggi

19
0
SHARE

BHARATANEWS.ID | KESEHATAN – Penyakit gigi berlubang pada anak di Indonesia masih cukup tinggi.Dari data survei Bulan Kesehatan Gigi Nasional (BKGN) 2015, prevalensi karies pada anak usia enam tahun sebanyak 74,44 persen. Sementara prevalensi karies untuk anak usai 12 tahun sebanyak 59,3 persen.

Suvei tersebut mencakup 25 provinsi yang ada di seluruh Indonesia. Survei dibagi dalam tiga zona, yakni zona barat sebanyak 2.097 anak, zona tengah sebanyak 781 anak dan zona timur sebanyak 532 anak. Total survei tersebut melibatkan 3.500 anak.

Ada berbagai faktor yang menyebabkan tingginya penyakit gigi berlubang pada anak. Salah satunya adalah meningkatnya taraf hidup masyarakat untuk membeli makanan-makanan yang memancing timbulnya gigi berlubang.

“Faktornya dengan kondisi ekonomi yang membaik. Kemampuan membeli makanan yang berbahaya pada kesehatan gigi semakin naik,” kata Drg Melissa Adiatman, staf pengajar Ilmu Kesehatan Gigi Masyarakat dan Pencegahan di Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Indonesia, dalam diskusi hasil survei kesehatan gigi nasional anak Indonesia dalam rangka Bulan Kesehatan Gigi Nasional (BKGN) di Kota Malang, Minggu (27/11/2016) malam.

Faktor lainnya adalah kebiasaan menyikat gigi pada anak. Dari asil survei, 69 persen anak usai enam tahun menyikat gigi dua kali sehari. Sedangkan 11,8 persen menyikat gigi kurang dari dua kali sehari.

Sementara itu, untuk anak usai 12 tahun, 82 persen menyikat gigi dua kali sehari dan 15,2 persen menyikat gigi kurang dari dua sehari.

Selanjutnya, hasil survei tersebut rencananya dibawa ke Kementerian Kesehatan RI. Harapannya, hasil survei itu bisa menjadi pertimbangan dalam penentuan kebijakan ke depan.

Apalagi, Idonesia pada 2030 mentargetkan bebas karies untuk anak usai 12 tahun. Hal itu sesuai dengan Keputusan Menteri Kesehatan nomor 9 tahun 2015.

Untuk merealisasikan target terebut, Kementerian Kesehatan harus segera menyusun langkah kebijakan. Sebab, untuk anak yang akan berusia 12 tahun pada 2030, akan lahir pada tahun 2018 nanti.

“Kita harus buat strategi-strategi. Sebab, anak berusia 12 tahun pada 2030 akan lahir dua tahun lagi,” kata anggota Pengurus Besar Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PB PDGI) Drg Anton Rahardjo.

(regional.kompas.com)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here