Kasus Gratifikasi, Rekanan Proyek bakal Diperiksa

92
0
SHARE

BHARATANEWS.ID | KRIMINAL – Penyidik Subdit III Tindak Pidana Korupsi Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Lampung tengah mendalami kasus penggelapan uang proyek senilai Rp14 miliar, yang menyeret mantan Kabiro Perekonomian Farizal Badri Zaini sebagai tersangka. Dalam waktu dekat, polisi memeriksa pelapor dan sejumlah rekanan.

Pendalaman kasus itu dilakukan untuk mengetahui apakah dalam kasus yang dilaporkan oleh mantan Kasubbid Sarana dan Prasaran Bakorluh Lampung Djoko Prihartano tersebut memenuhi unsur penyuapan atau gratifikasi.
Jika terbukti, sejumlah pihak segera ditetapkan menjadi tersangka. Tidak hanya Farizal ataupun Djoko, selaku aparatur pemerintah, yang menyetor uang juga dijadikan tersangka.

“Jika terbukti gratifikasi, pelapor bisa jadi tersangka. Begitu juga dengan yang menyetorkan,” kata Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Lampung Kombes Dicky Patrianegara, Minggu (27/11/2016).
Dicky menjelaskan dalam kasus ini ada beberapa unsur pidana yang didalami, di antaranya tentang penyuapan dan gratifikasi. “Kami akan dalami Pasal 5, 11, 12, dan 13 tentang Penyuapan, Pemerasan, dan Gratifkasi,” kata dia.
Meski demikian, Dicky mengaku pihaknya belum menyelidiki kasus ini, tetapi sebatas mendalami. Hal itu karena kasus ini belum dilimpahkan dari Direktorat Reserse Kriminal Umum. “Belum dilimpahkan dari Krimum, kami masih dalami dulu. Nanti kalau sudah dilimpakan dari Krimum, kami langsung lidik,” ujar dia.
J
ika nantinya dilimpahkan, Dicky menegaskan siap mengusut kasus tersebut untuk membuktikan dugaan adanya unsur gratifikasi. Pihaknya pun menunggu penyidik Ditreskrimum melimpahkannya.

Saat ini penyidik juga tengah melakukan pendataan aset Djoko yang berhubungan dengan kasus ini untuk dilakukan penyitaan. Menurut sumber di lingkungan Polda Lampung, kasus ini memang gratifikasi. Sehingga, tidak hanya Farizal dan Djoko yang menjadi tersangka, tetapi seluruh rekanan akan menjadi tersangka yang menyetor uang tersebut.

Farizal dilaporkan ke Polda Lampung karena diduga melakukan penggelapan proyek senilai Rp14 miliar pada 2 Agustus 2016. Pelapor dalam kasus ini, yakni Djoko Prihartanto. Lantaran tengah menjalani proses hukum, Farizal dan Djoko untuk sementara dinonaktifkan dari jabatannya.

(lampost.co)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here