Eks Kasat Reskrim Manado Diancam Panggilan Paksa

56
0
SHARE

BHARATANEWS.ID | KRIMINAL – Ancaman panggilan paksa dari Majelis Hakim, intai mantan Kepala Satuan (Kasat) Resimen Kriminal (Reskrim) Polresta Manado, Kompol Erson Sinaga. Pasalnya, sebagai saksi, Sinaga tak sekalipun hadir dalam persidangan kasus CV Net Invest, dengan terdakwa Focksi alias (FR). Sampai pada panggilan ketiga, Jumat lalu, anggota Jatanras Polda Sulut ini, belum menunjukan batang hidungnya.

Sikap cuek Sinaga membuat Ketua Majelis Hakim, Vincentsius Banar, geram. Dia pun menegaskan, jika saksi tidak menghadiri persidangan sebelumnya, maka pihak Majelis Hakim akan memberikan surat pemanggilan paksa. “Kita tunggu sampai persidangan berikut. Jika belum hadir kami akan layangkan surat pemanggilan paksa,” jelas Vincentius.

Kasus Net Invest memang cukup menghebohkan. Sejumlah nasabah melaporkan pengelola perusahaan yang hanya bergerak untuk mengumpulkan uang warga ini. Dalam sidang sebelumnya, terungkap, terdakwa Focksy bersama terdakwa Mita (berkas terpisah) sejak Juni hingga Agustus 2015, di Ruko Mega Smart 3, jalan AJ Sondakh, Kawasan Mega Mas, Kota Manado, didakwa melakukan, menyuruh melakukan, turut serta melakukan perbuatan menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan tanpa ijin usaha dari pimpinan Bank Indonesia.

Kedua terdakwa ini diungkapkan menghadap ke Notaris Syane Loho 30 Juni 2015 dengan maksud mendirikan Perseroan Komanditer bernama CV Net In. Sesuai akta, CV yang didirikan bergerak dalam bidang usaha pembangunan dan perencanaan, perdagangan umum, peternakan, perikanan, pertanian, perkebunan, kehutanan, perindustrian, angkutan dan bengkel serta jasa, terdakwa sebagai direktur sedangkan Mita sebagai Persero Diam.

Namun, terdakwa bersama Mita menjadikan Akta Pendirian tersebut sebagai dasar untuk menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk penanaman modal. Keduanya mencari orang yang disebut partner, kemudian partner tersebut diberi tugas untuk menghimpun dana dari masyarakat. Keuntungan 100 persen pun dijanjikan terdakwa dengan jangka waktu 40-45 hari dengan investasi minimum Rp.60.000 dan maksimum Rp.3.600.000.

Alhasil, setelah merekrut beberapa partner, sejumlah investor pun langsung tertarik dengan menginvestasikan uang mereka sebelum akhirnya digerebek pihak kepolisian 28 Agustus 2015, di bawah pimpinan Erson Sinaga, Kasat Reskrim Polres Manado waktu itu. Perbuatan terdakwa diduga merupakan tindak pidana dan dijerat pasal 46 ayat 1 UU No 10 Tahun 1998 Tentang Perbankan dan Pasal 55 ayat 1 KUHP (Rhendi Umar)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here