Home Kriminal Ayah Pekerjaan Tidak Jelas Kerjanya Ngerjai Anak Tiri

Ayah Pekerjaan Tidak Jelas Kerjanya Ngerjai Anak Tiri

19
0
SHARE

BHARATANEWS.ID | KRIMINAL – KATA orang bijak, menganggur itu bantalnya setan. Ini benar-benar dibuktikan oleh Paimo, 36, dari Karanganyar (Jateng). Kebanyakan nganggur di rumah akhirnya dia “ngerjai” anak tirinya, Tinuk, 16. Asal Paimo bilang “pake pengin”, anak tiri itu hanya bisa pasrah. Tapi setelah nenek tahu, Paimo jadi urusan polisi.

Menurut ilmu kasepuhan, wong nganggur itu bantale setan. Memangnya setan sempat tidur seperti manusia, lalu pakai bantal segala? Kalau ditinggal tidur,dia pasti tidak optimal mengganggu manusia. Yang jelas, itu sekedar kata kiasan untuk menggambarkan bahwa, orang dalam kondisi menganggur sering muncul ide-idenya yang tak masuk akal bahkan cenderung kriminal.

Contohnya Paimo, warga Gondangrejo Kabupaten Karanganyar, eks Karesidenan Surakarta. Selama ini pekerjaannya tidak jelas. PNS bukan, karyawan swasta juga tidak. Dia memang pekerja serabutan, kadang bekerja, kadang tidak. Tapi antara kerja dan nganggur itu ternyata Paimo lebih banyak nganggurnya.

Kenapa dia betah jadi pengangguran? Sebab dia jadi suami hanya cari status saja, ketimbang seumur-umur tidak laku. Dulu dia sampai usia 30 tahun tak laku kawin, karena tak ada perempuan yang sudi jadi bini penganggur. Lalu sekian lama kemudian muncul janda Ngatini, kini berusia 40 tahun; siap menjadi istrinya. Soal pekerjaan suami tak dipermasalahkan, karena dia memang punya usaha toko di pasar. Prinsip Ngatini, suami itu yang penting baginya: rajin makan obat kuat, sehingga di ranjang tetap rosa-rosa macam Mbah Marijan.

Jadi suami Ngatini, tugasnya sehari-hari memang mengantar istri ke toko di pagi hari dan menjemputnya di sore hari. Jadi mirip tukang ojek. Cuma Paimo ini memang tukang ojek paling ngelunjak sedunia. Masak pagi dan sore memboncengkan, eh….malam hari menemaninya tidur pelanggan.

Dalam status “tukang ojek” non profit, lama-lama Paimo jenuh juga. Apa lagi sudah 6 tahun jadi suami istri, tak kunjung diberi momongan. Padahal setiap rumahtangga kan selalu mendambakan hadirnya generasi penerus, Apa mungkin trah Paiman terhenti gara-gara tak ada anak dalam kerjasama nirlaba dalam rumahtangga itu?

Paimo suka bengong sendiri menghadapi nasibnya yang butek itu. Tiba-tiba ada setan nganggur –tak dapat order demo 212– yang menghampirinya. Dia menanyakan, kenapa gerangan kok wajahnya bermuram durja? “Ada masalah apa, aku selalu siap membantu asalkan bukan masalah keuangan,” kata setan.

Paimo dan setan pun berdialog dari hati ke hati. Setan pun manggut-manggut mencermati keluhan klien barunya, gayanya persis apukat –kalau yang dibuat campuran es itu advokat– sebelum menghadapi persidangan. Lalu setan pun memberi solusi. Katanya, Tinuk si anak tiri itu kan bisa dimanfaatkan. Perkosa saja barang beberapa kali. Sukur-sukur bisa hamil, kalaupun tidak kan sudah ada penyegaran dalam urusan peranjangan, sehingga tidak terjebak pada rutinitas.

Ternyata Paimo termakan provokator tanpa bentuk itu. Tinuk yang baru pulang sekolah di SMA langsung dibujuk-bujuk dengan kata, “Pake lagi pengin”. Awalnya Tinuk menolak, tapi karena diancam akan dipenggal kepalanya, gadis ABG itu pasrah. Tapi lain hari, kembali Paimo bilang, “pake pengin” dan untuk kedua kalinya anak tiri digauli. Kerena berulang kali beralasan “pake pengin” melulu, akhirnya Tinuk mengadu pada neneknya, dan terbongkarlah skandal Paimo ini. Dalam pemeriksaan setelah dilaporkan polisi, suami Ngatini ini bilang, “Saya jenuh Pak, menghadapi kehidupan yang tidak jelas.”

(poskotanews.com)(KR/Gunarso TS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here