Home Wilayah Jakarta Anies-Sandiaga Benahi Penanganan Banjir

Anies-Sandiaga Benahi Penanganan Banjir

11
0
SHARE

BHARATANEWS.ID | JAKARTA Penanganan banjir di DKI Jakarta harus dibenahi. Saat ini kebijakan yang dilakukan Pemprov DKI bersifat parsial atau tidak dari hulu ke hilir, padahal kapasitas sungai terbatas dan kondisi geografis Jakarta cenderung bercekung sehingga proses pengaliran secara alami tidak optimal.

Pembenahan penanggulangan banjir akan dilakukan pasangan calon nomor urut 3 Anies Baswedan- Sandiaga Uno. Cagub DKI Anies mengatakan, persoalan banjir perlu ditangani secara komprehensif. Terpenting seluruh elemen masyarakat harus terlibat aktif dalam membangun Jakarta yang humanis dan berkeadilan. Misalnya saat melakukan normalisasi sungai, penataan hunian di bantaran sungai harus dilakukan secara manusiawi. Anies-Sandiaga telah mencanangkan program rumah rakyat dengan skema yang tidak memberatkan warga.

”Masyarakat bisa urun rembuk dalam menjaga dan merawat kebersihan fasilitas saluran air/drainase dan sungai di lingkungan sekitar serta gerakan membuat lubang resapan biopori di rumah masing-masing,” ujar mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu kemarin. Menurut dia, selama ini programpenanggulanganbanjir berupa normalisasi sungai dan pembersihan aliran air dengan mengerahkan pasukan oranye belum mampu mengatasi banjir.

Apalagi penurunan permukaan tanah (land subsidence) secara konstan terjadi akibat masifnya pembangunan gedung-gedung bertingkat dan pengambilan air tanah berlebihan. ”Pemprov DKI juga tidak memperbanyak area resapan air meski sudah diatur dalam Pergub Nomor 68/2005. Aturan itu untuk memaksimalkan segenap lahan di Jakarta Pusat, sebagian Jakarta Barat, Jakarta Timur, dan seluruh Jakarta Selatan menjadi tangkapan air,” ungkap Anies.

Pendamping Anies, Sandiaga, mengatakan, untuk penanganan banjir dalam jangka panjang, dirinya bersama Anies akan membuat cetak biru (blue print) sistem drainase yang terintegrasi, menata kota yang ramah lingkungan, serta membatasi pemakaian air tanah. ”Ketersediaannya hanya 800 juta m3 air tanah permukaan dan 52 juta m3 air tanah dalam. Persediaan air tanah di Jakarta mulai menipis sehingga harus benar-benar diawasi,” ujarnya. Kemudian Anies-Sandiaga akan melakukan pendekatan konservasi air berkeadilan melalui intervensi dari hulu ke hilir.

Di hulu bekerja sama dengan Jawa Barat untuk kembali menghijaukan hutan dan membangun wilayah tangkapan air agar tidak langsung mengalir ke Jakarta sekaligus cadangan air baku. ”Di hilir, kami akan menerapkan kebijakan zero run off (nol limpasan) dan darurat penghentian penurunan permukaan tanah melalui program giant biopori dan sumur resapan kolektif baik gedung-gedung komersial, warga maupun tiap RT/RW,” kata politikus Partai Gerindra itu. Di tempat terpisah, cawagub DKI nomor urut 2 Djarot Saiful Hidayat meminta waktu kepada warga selama dua tahun lagi agar bisa membangun Jakarta menjadi lebih baik.

Pasangan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)-Djarot juga tidak peduli dengan kritikan para pesaingnya. ”Kami sudah melakukan perubahan. Kali di Jakarta semakin bersih, penghuni kolong jembatan direlokasi, orang miskin dibiayai pemerintah saat sakit, kemajuan transportasi umum yang semakin pesat, ruang hijau terbuka, serta pembongkaran beberapa praktik korupsi yang melibatkan PNS,” papar Djarot. Sementara itu cagub DKI nomor urut 1 Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) kembali menyampaikan pidato politik di Balai Sarbini, Jakarta Selatan, kemarin.

Di depan peserta yang mayoritas pelaku usaha, Agus mengungkapkan program unggulan tentang pembangunan ekonomi, investasi, dan program rumah rakyat. Beberapa waktu lalu Agus memperoleh data bahwa 90% anggota Kadin DKI Jakarta yang umumnya pengusaha kecil menengah mengalami kesulitan. Sebab Pemprov DKI memberlakukan lelang konsolidasi.

Contoh kecil lelang pengadaan alat tulis kantor atau ATK senilai Rp100 juta hingga Rp200 juta di tiap unit sebuah instansi dikonsolidasi atau digabungkan menjadi lelang ATK untuk semua instansi sehingga nilai proyeknya melonjak tajam menjadi miliaran. Secara otomatis lelang konsolidasi meminggirkan pengusaha- pengusaha kecil dan menengah yang justru jumlahnya paling banyak.

Akibatnya, para pengusaha kecil yang hanya memiliki modal ratusan juta tidak dapat mengikuti lelang sehingga bukan tidak mungkin, pelan tapi pasti angka pengangguran akan melonjak tajam. ”Kuncinya adalah semua pelaku usaha mesti diberi ruang dan peluang mengembangkan usahanya,” ujar Agus.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here