Tiga Petani Cantik Usir Hama Tikus Lewat Tarian Moro Hama

66
0
SHARE

BHARATANEWS.ID |BOGOR – Festival Kemasan Seni Pertunjukan yang diadakan oleh Pemerintah Kota Bogor tidak hanya diikuti oleh sanggar yang ada di Bogor saja.

Bahkan sebuah sanggar seni asal Sukabumi bernama Sanggar Sagara Sukabumi turut serta dalam festival yang diadakan di Gedung Kemuning Gading, Kota Bogor.

Dalam penampilannya, para penari dari Sanggar Sagara Sukabumi menyuguhkan sebuah tarian yang diberi nama tarian ‘Moro Hama’.

Tujuh orang penari ini menampilkan sebuah tarian dengan diiringi alat musik khas sunda seperti gamelan.

Tarian yang dilakukan oleh tiga pria dan empat wanita itu pun menampilkan sebuah tarian dimana penari wanitanya berperan sebagai petani sedang beperang melawan hama tikus.

Hama tikus itu diperankan oleh ketiga penari pria.

Dengan mengenakan pakaian seperti bentuk tikus para pria itu pun dikalahkan oleh para petani yang diperankan oleh keempat wanita.

Rizki (21) pemain alat musik Bonang yang juga anggota sanggar tari Sagara Sukabumi mengatakan bahwa tarian ‘Moro Hama’ ini merupakan sebuah terjemahan yang bila diartikan adalah sebuah kegiatan membasmi hama.

“Kalau diterjemahkan ‘moro’ itu artinya memungut atau mencari dan hama itu artinya adalah hewan atau serangga yang meruksan tanaman, jadi jika dijelasnkan tarian moro hama itu adalah sebuah tarian yang menggambarkan seorang petani yang sedang membasmi hama,” jelasnya kepada TribunnewsBogor.com, Sabtu (26/11/2016).

Rizki menambahkan bahwa pesan sosial yang bisa diambil adalah bahwa setiap apapun yang sifatnya merusak harus dihilangkan.

Tarian Moro Hama yang dilakukan oleh tujuh orang yaitu Leni, Lisna, Nina, Ida, Wildan, Galih, Nanang pernah beberapa kali tampil diacara heleran, diantaranya yaitu tampil pada sebuah heleran di Bandung.

Bahkan para penari ini pun pernah menjuari sebuah perlombaan Gotong Sisih Rajah Pati Goah.

“Kalau di Sukabumi sudah sering main, tapi kita juga pernah main di Cianjur, dan ini pertama kali kita tampil di Bogor, dan kalau untuk perlombaan kita pernah dapat juara Gotong Sisih Rajah Pati Goah,” pungkasnya.

Pada hari ini ke tujuh penari itu pun tampil dalam festival Festival Kemasan Seni Pertunjukan yang diadakan oleh Pemerintah Kota Bogor melalui Dinas Kebudayaan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disbudparkref).

Kepala Seksi Kesenian Disbudparkref Sanusi menuturkan, bahwa festival tersebut merupakan seni pertunjukan tradisi yang dikreasikan sedemikian rupa agar lebih kreatif dan menarik.

“Iya jadi ini sebuah pertunjukan seni tradisi hasil dari inovasi dari para sanggar, dengan adanya pertunjukan seperti ini diharapkan para pemuda bisa tertarik untuk mengenal seni tradisi agar kesenian tradisi tidak hilang di telan waktu,” tuturnya.(tribunnews.com)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here