Mapolsek Serpong Dikepung Warga Akibat Salah Tangkap

59
0
SHARE

BHARATANEWS.ID |TANGERANG – Pemandangan tak seperti biasanya terlihat di Mapolsek Serpong, Tangerang Selatan, Sabtu (26/11/2016).

Kantor polisi itu dikerumuni segerombolan warga yang menamakan Kerukunan Masyarakat Lampung.

Mereka menyerbu Mapolsek Serpong untuk mempertanyakan profesionalisme Polri.

Karena kelompok orang ini menyebut bahwa polisi telah melakukan salah tangkap terhadap rekannya bernama Ansori (24).

Ansori diamankan kepolisian Polsek Serpong Sabtu (26/4/2016) dini hari.

Pemuda berusia 24 tahun tersebut dicokok polisi karena diduga terlibat kasus pengeroyokan terhadap SS di Serpong Plaza.

Ia ditangkap di kediamannya yakni Kampung Warung Mangga, Tangerang.

Ansori merupakan sopir angkot jurusan Tangerang – Serpong yang dicurigai mengerorok rekan seprofesinya.

“Kami datang ke Polsek Serpong untuk mengkonfirmasi informasi tersebut,” ujar Efendi Rasyid, SH Ketua Kerukukan Masyarakat Lampung Tangerang Raya (Kemala), Sabtu (26/11/2016).

Akhirnya perwakilannya bertemu dengan Kapolsek, Wakapolsek, dan Kanitreskrim Polsek serpong.

“Disepakati terjadi adanya kekeliruan,” ujarnya.

Akibat salah tangkap, Ansori yang dikabarkan sempat digetok gagang pistol di kepalanya akhirnya dilepaskan.

Kendati demikian, Efendi mengaku belum memikirkan apakah akan melanjutkan perkara tersebut ke Divisi Propam Polda Metro Jaya.

“Memang benar kepala adik kami Ansori digetok pistol. Semua sudah direspon baik oleh Kapolsek, kita fokus untuk membawa pulang adik kita ini dulu,” ucapnya.

Sementara itu, Kapolsek Serpong Kompol Didik Kuncoro Putro menjelaskan anggotanya telah bekerja sesuai prosedur.

Pihaknya melakukan penyelidikan dan penyidikan terhadap terduga pelaku setelah korban berinisial SS membuat laporan.

“Kami bekerja berdasarkan laporan. Proses itu dilakukan sesuai prosedur. Karena kurangnya alat bukti, maka kami membebaskan terduga pelaku,” kata Didik.

Pihaknya higga kini masih berupaya mengungkap perkara tersebut. ‎

Didik mengungkapkan, peristiwa pengeroyokan terhadap SS yang berujung salah tangkap itu terjadi di Serpong Plaza pada 10 November lalu.

Berdasarkan keterangannya, korban mengaku mengenali pelaku pemukulan.

“Keterangannya korban mengarah ke orang yang kami duga pelaku. Makanya orang tersebut diamankan untuk dimintai keterangan,” katanya. (tribunnews.com)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here