Kasus Bagi Uang, Rano Utus Tim Pengacara Bawaslu Banten Tolak Klarifikasi

48
0
SHARE

BHARATANEWS.ID |TANGERANG -Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Banten pada Sabtu (26/11) kemarin mengagendakan pemanggilan Calon Gubernur Banten Rano Karno dalam kasus dugaan kampanye terselubung dan kasus bagi uang kepada pasien di RSUD Banten beberapa waktu lalu.

Namun Rano Karno selaku calon Gubernur hanya mengutus tim pengacaranya saja sehingga pihak Bawaslu menolak untuk mengklarifikasi keterangan.

Eka Satialaksmana, Koordinator Divisi Pengawasan, Pencegahan dan Hubungan Antar Lembaga Bawaslu Banten mengatakan bahwa ada agenda dari pihaknya untuk memanggil Rano Karno terkait kasus dugaan bagi uang dan kampanye terselubung di RSUD. Tetapi pihak terlapor selaku Calon Gubernur harus langsung mengklarifikasi kasus ini.

“Tim kuasa hukum tidak bisa kita (Bawaslu, red) klarifikasi karena hanya pihak terlapor saja yang harus datang. Jadi tidak bisa diwakili harus pihak terlapor langsung yang member klarifikasi. Tim kuasa hukum atau pengacara hanya bisa mendampingi,” kata Eka lewat sambungan telpon kepada Pena Merdeka.com, Sabtu (26/11) malam.

Disebutkan bahwa dalam kasus bagi uang, kuasa hukum memang sudah membawa dua orang saksi salah satunya dari orang tua anak yang ditemui Rano Karno saat di RSUD Banten.

Diakui Eka ada niatan baik dari pihak terlapor meskipun yang diutus dari tim pengacaranya. Makanya dalam kasus bagi uang ini terlapor akan kita tunggu kedatangannya pada Minggu (27/11/2016 atau paling lambat Senin (27/11/2016).

“Yaa logikanya masa kalau yang terlapor adalah saya maka yang klarifikasi orang lain kan gak tepat, jadi kepada bersangkutan sebagai terlapor yang harus menyampaikan keterangan. Nah ini juga kita sudah sampaikan kepada tim pengacaranya Rano,” ucap Eka menegaskan.

Kata Eka lebih jauh menjelaskan bahwa dalam kasus bagi uang ini pihaknya sedang mendalami keterangan keterangan dari sejumlah pihak yang terkait. Memang kasus ini awalnya menjadi temuan Panwaslu Kota Serang tetapi sekarang ini kata Eka dilimpahkan ke Bawaslu.

“Kasus ini dilimpahkan ke Bawaslu. Saat ini sedang ditangani oleh tim penanganan pelanggaran Bawaslu Banten. Kalau keterangan dari pihak RSUD bisa kita pakai terusan klarifikasi yang sudah dilakukan oleh Panwaslu Kota Serang,” ucapnya menegaskan.

Sebelumnya calon Gubernur Banten Rano yang berpasangan dengan Embay Mulya Syarief ketika dikonfirmasi Pena Merdeka.com membenarkan terkait kedatangannya ke RSUD Banten dan adanya pemberian sejumlah uang tersebut. Rano beralasan bahwa niatnya bagi uang itu hanya untuk membantu pasien.

“Benar saya memberikan uang tapi saya kan hanya membantu pasien itu dan Bawaslu akan memanggil kami,” kata Rano saat acara sosialisasi di Perumahan Bugel Mas, Kelurahan Bugel, Kecamatan Karawaci, Kota Tangerang, Sabtu (26/11).

Sebelumnya Koordinator Divisi Pencegahan Hubungan Antar Lembaga Panwaslu Kota Serang Ajat Munajat mengatakan, hasil pengawasan dan temuan dugaan kampanye terselebung dan bagi uang kepada warga yang sedang dirawat di RSUD Banten.

Ajat juga mengungkapkan, aturan mengenai jadwal kampanye telah diatur dalam pasal 187 Undang-undang Nomor 10 Tahun 2016 tentang Pilkada. Jika melanggar, pasangan calon bisa dikenakan sanksi pidana.

Untuk diketahui, Senin (21/11/2016), Rano Karno mengunjungi pasien yang dirawat di RSUD Banten. Dalam kunjungan itu, Rano memberikan bingkisan makanan serta buku biografi ‘Si Doel’ dan amplop diduga berisi uang.

Berdasarkan Jadwal yang terdaftar untuk pasangan calon nomor urut dua pada Senin (21/11) , yakni di Ciceri Indah, di Kampung Cibebek, Cipocok Jaya dan Kasemen, dan tidak ada agenda yang tertulis untuk melakukan kampanye di RSUD Banten.

“Tidak ada jadwal (kampanye) yang terdaftar di rumah sakit umum Banten,” kata Ajat, kepada wartawan, Selasa (22/11/2016) lalu. (yuyu/penamerdeka.com)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here