Polisi Ungkap Penyebab Solar Tercampur Air di Jakarta dan Depok

31
0
SHARE

BHARATANEWS.COM | DEPOK – Kasus tercampurnya Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis bio solar dengan air di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Jakarta dan Depok, akhirnya terkuak. Hasil penyelidikan polisi, air tersebut berasal dari kebocoran pipa kapal di proses hulu.

“Airnya itu dari air laut akibat jebolnya pipa pulp di kapal,” ujar Kasubdit Sumdaling Ditreskrimsus Polda Metro Jaya AKBP Sutarmo kepada wartawan di Jakarta, Sabtu (26/11/2016).

Kasus ini terjadi di SPBU 34-14203 di Jl Cakung Cilincing Kav 17 Semper Barat, Cilincing, Jakarta Utara, pada Sabtu (12/11) dini hari lalu. Di hari yang sama juga terjadi di SPBU di Jl Ir H Juanda, Depok, serta di Cibubur.

(Baca Juga: Ada Laporan Solar Dicampur Air, Polisi Periksa SPBU di Juanda Depok)

“Ada 3 SPBU (yang solarnya tercampur air), yaitu di Cibubur yang korbannya sekitar 14 kendaraan, Cilincing dan Depok di Jl Juanda,” ungkap Sutarmo.

Ketiga SPBU tersebut mendapatkan distribusi solar dari Depo Pertamina Plumpang. Polisi kemudian melakukan penyelidikan ke Depo Pertamina Plumpang.

“Ternyata dari sumber penyelidikan di SPBU, air itu berasal dari tangki penampungan Pertamina yang ada di Plumpang yaitu tangki VI dan tangki VII,” ungkap Sutarmo. Ada pun, kandungan air yang tercampur pada solar di ketiga SPBU itu sekitar 60-90 persen.

Polisi juga menyelidiki SOP dari proses hilir di ketiga SPBU, hingga ke hulu di Pertamina Plumpang dan kapal pengisi. Di SPBU, diketahui ada kelemahan SOP karena tidak melakukan pengecekan terlebih dahulu ketika tangki Pertamina Plumpang mengisi solar di tangki SPBU.

“Ternyata di SPBU pun ada kelemahan SOP, artinya ketika truk tangki yang dari Pertamina Plumpang yang sampai di SPBU, sebelum masuk ke tangki penjualan itu harus ada SOP dilakukan pemeriksaan,” lanjutnya.

Polisi menduga ada kelengahan dalam pemeriksaan, lantaran pengisian solar di SPBU dilakukan pada dini hari. “Sehingga langsung masuk ke tangki penjualan, sehingga langsung terkonsumsi oleh masyarakat,” imbuhnya.

Setelah menyelidiki SOP di SPBU, polisi kemudian melakukan penyelidikan ke Pertamina Plumpang. Di situ diketahui, ada dua tangki yang tercampur air.

“Kita lakukan proses penyelidikan tangki Pertamina Plumpang, SOP sebetulnya dua-duanya (tangki VI dan VII) sudah dilakukan benar di Pertamina dilakukan, di perkapalan juga dilakukan,” ungkapnya.

“Di kapal ketika mau didorong itu ada avresor luar, artinya control quality –petugas CQ dibentuk oleh dua, suplier dan Pertamina– ketika dinyatakan clear baru dibuka, masuk dari kapal masuk ke tangki Pertamina,” lanjutnya.

Diketahui, pada mesin pendorong terjadi korsleting listrik. “Itu hasil penyelidikan terakhir dengan teknik perkapalan Pertamina terjadi stabilizer atau otomatis mesin pendorong itu terjadi korslet pada saat pertengahan perjalanan itu, jadi tidak imbang,” ungkapnya.

“Ketika muatan kapalnya besar itu dorongannya ke tangki itu kan besar, nah kalau otomatisnya normal berjalan sampai terakhir, bebannya berkurang kan dia mesin berkurang. Tapi ternyata mesin dorongannya terlalu besar sehingga beban sudah berkurang sehingga jebol di bawah,” pungkasnya.(mei/bag/news.detik.com)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here