Penganiaya Anak Berpotensi Jadi Residivis, LPA Indonesia Minta Pemerintah ‘Gercep’

43
0
SHARE

BHARATANEWS.COM | DEPOK – Ketua Umum Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPA Indonesia), Seto Mulyadi mendesak pemerintah untuk ‘gercep’ (bergerak cepat) dalam finalisasi aturan turunan UU terkait pemberatan sanksi bagi pelaku kejahatan terhadap anak.

“Sesuai riset, potensi mereka mengulangi perbuatannya itu sangat tinggi ketika sudah kembali ke masyarakat, mereka bisa menjadi residivis,” ujarnya di Hotel Balairung, Matraman, Jakarta Pusat, Jumat (25/11/2016).

Selain itu ia juga mendesak pemerintah segera menyusun basis data mengenai terpidana kejahatan seksual yang akan mengakhiri masa pemidanaannya.

“Basis data ini tentunya harus bersifat terbuka, sehingga dapat diakses publik guna menumbuhkan resiliensi (kemampuan beradaptasi ) masyarakat,” tambahnya.

Selain itu, LPA Indonesia juga berjanji akan melakukan pemberdayaan unit-unit terdekat di masyarakat sebagai gugus edukasi masyarakat untuk menciptakan masyarakat yang peduli perlindungan anak dan melek hukum.

“Unit-unit itu misalnya PKK, Posyandu, Mimbar Agama dan yang paling penting adalah keluarga,” pungkasnya.

Yang terbaru, seorang bayi tewas lantaran dianiaya pengasuhnya di Depok. Korban BE (2) dianiaya oleh Y hingga akhirnya tewas.(kriminalitas.com)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here