Kebun Raya Tak Hanya Untuk Wisata, Bisnis pun Bisa

77
0
SHARE

BHARATANEWS.ID |BOGOR – Jajaran Pemprov Kalsel sepertinya sangat serius untuk membuat Kebun RayaBanua di Banjarbaru berkembang, sehingga tak segan belajar pengelolaan ke pihak Kebun Raya LIPI Bogor.

Ternyata hal ini tepat. Banyak ilmu didapat oleh rombongan yang dipimpin Asisten 2 Bidang Pembangunan M Jasran dan Kepala Balitbangda Kalsel Ngadimun ini. Dan terungkap bahwa Kebun Raya tak hanya untuk wisata, edukasi, konservasi namun bisa juga untuk bisnis,

Kepala Pusat Konservasi Tumbuhan Kebun Raya LIPI Bogor Dr Didik Widyatmoko saat menerima rombongan di Gedung Konservasi Kebun Raya Bogor langsung ‘berbagi’ ilmu tentang Kebun Raya Bogor.

“Kebun Raya Bogor merupakan harmonisasi konservasi dan meningkatkan pembangunan ekonomi, meskipun usianya 200 tahun, namun pekerjaannya tidak habis-habisnya hingga kini,”papar Didik yang juga Sekjen Kebun Raya untuk regional Asia,.

Ditegaskannya untuk kebun raya tidak bisa berubah fungsi, sampai kapanpun tetap akan menjadi kebun raya, dan di kebun raya ini merupakan pusat penelitian berbagai macam jenis tumbuhan, maka dari itu pekerjaan di kebun raya terus menerus.

“Sampai kiamat kebun raya tidak bisa berubah fungsinya. Maka pengelolaannya perlu keseriusan semua pihak,” jelasnya.

Dimana di Kebun Raya ini adalah untuk menanam, meneliti membudidayakan pohon.kemudian melakukan riset dan sebagainya untuk pembangunan.

“Kebun raya juga suatu langkah acara untuk menyelematkan bumi terutama penghijauan karena di kebun raya bisa menjadi pasilitas berbagai macam edukasi, seperti pendidikan, bisnis, konservasi dan penelitian, sebagaimana yang ada di Kebun RayaBogor,”tutur Didik.

Kebun raya ini merupakan wujud melestarikan bumi melalui penghijauan karena kebun raya merupakan sebuah solusi dari bangsa ini, karena kebun raya merupakan permanen.

Kemudian selain untuk pendidikan, pariwisata, kebun raya yang jika sudah maju dan berkembang bisa menjadi icon pendapatan bagi daerah, seperti hal nya Kebun Raya Bogor yang dari tiket bisa menghasilkan Rp16 miliar pertahunnya.

“Banyak manfaat dan keuntungan dengan adanya keun raya, namun dengan catatan bisa menjadikan animo masyarakat.Dan untuk membangun kebun raya tentunya perlu dukungan pemerintah,” jelas Didik. (.tribunnews.com)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here