Sinai Utara Kembali Bergolak, Delapan Tentara Mesir Tewas

32
0
SHARE

BHARATANEWS.ID | INTERNSAIONAL – Delapan tentara Mesir tewas akibat bom mobil yang menarget pos pemeriksaan di Sinai, basis militan sayap Negara Islam di Irak dan Suriah (ISIS).

Militer Mesir mengungkapkan hal itu sebagaimana dilaporkan Reuters, Jumat (25/11/2016) pagi ini.

“Sekelompok teroris bersenjata menyerang salah satu pos pemeriksaan di Sinai utara,” kata juru bicara militer Mesir, Kamis (24/11/2016).

“Satu serangan bom mobil, bentrokan senjata, dan ledakan menarget salah satu kendaraan sehingga delapan anggota angkatan bersenjata tewas,” tambahnya.

Tiga teroris juga tewas dalam pertempuran itu. “Operasi pencarian sedang berlangsung dalam upaya untuk membasmi para teroris yang tersisa,” ujar juru bicara militer.

Pihak militer Mesir tidak menyebutkan secara pasti tempat insiden terbaru yang mematikan delapan tentara Mesir dan tiga teroris di Sinai utara itu.

Sekalipun Sinai utara merupakan basis pemberontak yang berafilisia dengan ISIS, tidak ada kelompok yang dengan segera mengklaim serangan di pos pemeriksaan militer itu.

Tentara Mesir telah memerangi kelompok pemberontakan garis keras di Sinai utara, yang telah meningkat, sejak penggulingan militer presiden kubu Islamis, Mohammad Morsi, pada 2013.

Pemerintah Presiden Abdel Fattah el-Sisi mengatakan, ratusan polisi dan tentara telah tewas dalam serangan yang juga telah memukul Kairo dan Delta Nil sejak tiga tahun silam.

Pada 4 November 2016, orang-orang bersenjata membunuh seorang perwira tinggi tentara Mesir di luar rumahnya di Sinai utara. Sebagian besar serangan itu diklaim oleh sayap ISIS di Sinai utara.

Serangan terbaru, Kamis kemarin, adalah yang mematikan sejak serangan terhadap pos pemeriksaan menewaskan 12 tentara dan melukai enam orang lainnya di Semenanjung Sinai, Oktober 2016.

Terkait serangan itu, sayap ISIS di Sinai utara mengaku bertanggung jawab.

ISIS juga mengklaim sebagai pelaku yang menembak jatuh pesawat komersial Rusia di Sinai sehingga 224 orang tewas, Oktober 2015. Sebagian besar korban adalah warga Rusia.

Pada Februari lalu, Sisi mengakui untuk pertama kalinya bahwa terorisme berada di balik kecelakaan pesawat Rusia, meskipun Kairo belum mengeluarkan laporan resmi terkait penyebabnya.(internasional.kompas.com)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here