Samsung Terseret Pusaran Skandal Politik Korea Selatan

43
0
SHARE
BHARATANEWS.ID | POLITIK – Nasib sial nampaknya masih enggan beranjak dari perusahaan elektronik raksasa Samsung. Setelah sebelumnya mereka menghadapi kerugian karena harus menyudahi lebih dini produk Galaxy Note 7 gegara baterai yang mudah meledak, dua minggu kemarin mereka juga harus menarik sekitar 2,8 juta mesin cucinya karena berpotensi membahayakan penggunannya.
Tak cukup sampai di situ, 23 November lalu kejaksaan Korea Selatan melakukan pemeriksaan terhadap kantor Samsung. Pemeriksaan ini sebagai bagian dari penyelidikan atas kasus penyalahgunaan pengaruh yang diduga melibatkan presiden Park Geun-Hye.
Kejaksaan pada pekan lalu menuduh Presiden Park telah bersekongkol guna memaksa 50 perusahaan untuk menyalurkan uang sejumlah 80 milliar Won ($ 70m) ke dua yayasan yaitu Mir dan K-Sports yang dikendalikan oleh Choi Soon-sil, orang kepercayaan Park yang kemudian didakwa atas penyalahgunaan kekuasaan.
Kucuran hibah terbesar yaitu 20.4 miliar Won berasal dari Samsung. Jaksa menduga bahwa dari angka tersebut, 2.8 juta Euro (3 juta dolar) masuk ke Ms Choi melalui Widec Sports, sebuah perusahaan Jerman yang ia gunakan untuk membeli kuda dan menyediakan pelajaran berkuda untuk putrinya.
Penyidik mengatakan bahwa perusahaan-perusahaan bisnis Korea Selatan lainnya seperti raksasa ritel Lotte, dan SK Group, merupakan dua perusahaan lainnya yang kantornya diperiksa oleh jaksa pada bulan ini. Minggu ini mereka juga menggerebek kantor National Pension Service (NPS=layanan pensiun nasional) yang dikelola oleh negara. Kantor berita Yonhap menduga bahwa Park telah menekan NPS untuk mengambil keputusan merger di bulan Juli 2015 antara bisnis Samsung Cheil Industries, dan Samsung C & T, yang meruipakan sayap perusahaan konstruksi. Sebagai pemegang saham terbesar C & T, posisi NPS sangat menentukan.(tabloidpulsa.co.id)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here