Home Berita Utama Pemkab Gelar Gebyar Bela Beli

Pemkab Gelar Gebyar Bela Beli

26
0
SHARE

BHARATANEWS.ID | BUDAYA DAN PARIWISATA – Investasi di Kabupaten Purworejo tampaknya belum menunjukkan pertumbuhan yang cukup menggembirakan. Akibatnya, pemkab masih harus berjuang keras agar daerah ini dipandang para investor sebagai daerah yang pro, bahkan layak untuk investasi.

Salah satu upaya yang dilakukan dengan menggelar gebyar bela beli Purworejo Show dengan kegiatan Sengkuyung Gathuk Mathuk Manthuk Manthuk (Gebyar Bela Beli). Kegiatan yang dilaksanakan di alun-alun mulai kemarin hingga 27 Nopember ini, diharapkan mampu menampilkan sosok Purworejo sebagai kabupaten proinvestasi. “Kegiatan ini bertujuan menunjukkan potensi yang dimiliki Kabupaten Purworejo kepada masyarakat luas, termasuk pelaku usaha dan investor. Melalui kegiatan ini, para produsen dan konsumen diharapkan dapat berinteraksi langsung untuk saling bertukar informasi, melakukan promosi maupun bertransaksi,” ujar Wakil Bupati Yuli Hastuti saat membuka acara.

Diakui Yuli, di era globalisasi ini harus disadari bahwa persaingan di berbagai bidang termasuk dunia usaha, sangatlah cepat dan ketat. Kondisi tersebut menuntut semua pelaku ekonomi bekerja keras untuk menghadapi persaingan, sekaligus lebih jeli dalam melihat peluang. Caranya, dengan memantapkan jaringan usaha dan memanfaatkan perkembangan teknologi informasi.

Keberhasilan para pelaku usaha dalam mengembangkan usahanya memiliki peran penting dan strategis, karena akan memberikan dampak positif yang besar terhadap perekonomian masyarakat.

Kegiatan ini diselenggarakan dalam rangka meningkatkan dan memperluas akses pasar produk Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) lokal. Selain itu, sebagai gerakan untuk memasyarakatkan rasa bangga menggunakan produk lokal serta memberikan informasi potensi produk lokal Kabupaten Purworejo yang berkualitas. Kegiatan itu juga sebagai salah satu upaya menggugah kembali potensi UMKM di Kabupaten Purworejo dalam berperan sebagai salah satu pelaku ekonomi.

UMKM ini perlu terus didorong secara masif dan terstruktur, sehingga mampu menjadi kekuatan ekonomi yang tangguh dan mandiri berbasis pada ekonomi kerakyatan.

Dikatakan, potensi sumber daya alam maupun sumber daya UMKM di Kabupaten Purworejo cukup besar dan berpeluang dikembangkan agar memiliki nilai jual dan nilai tambah. Sehingga melalui kegiatan seperti ini, diharapkan para pengusaha, potential buyers dan masyarakat akan dapat memperoleh informasi yang lengkap mengenai kualitas, kuantitas dan kontinuitas produk. Akhirnya akan dapat meningkatkan minat dan permintaan masyarakat baik lokal, regional, maupun nasional.

Di sisi lain, dia berharap kegiatan seperti ini bisa memproteksi produk lokal melalui pemasyarakatan gerakan mencintai dan bangga menggunakan produk dalam negeri, khususnya produk pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah Kabupaten Purworejo. ‘’Jadi produk dalam negeri tidak akan tersisih di negeri sendiri. Utamanya, ketika harus bersaing dengan produk negara lain di era Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) yang sudah berlangsung saat ini,’’harapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi Perindustrian Perdagangan dan Pariwisata (Dikoperindagpar) Purworejo Dra Suhartini MM menjelaskan, peserta yang mengikuti 20 UMK batik terbagi dalam 6 stand, 18 UMK handycraf terbagi dalam 12 stand, 3 stand UMK pembibitan, 4 stand difabel, 32 stand kecamatan dengan aneka produk dari kelompok KWT, PKH, PNPM, 7 stand UMK kuliner, 4 stand industri olahan gula jawa/kristal, dan 38 stand merupakan UMK aneka makanan olahan dan mengangkat potensi seni budaya tradisional dengan tampilan berupa Tarian Ndolalak dan Kesenian Jaran Kepang serta hiburan lainnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here