Morrissey Dengungkan “Pesan Hijau” pada GM

60
0
SHARE

BHARATANEWS.ID | OTOMOTIF – Penyanyi asal asal Inggris, Steven Patrick Morrissey, melayangkan surat pribadi kepada bos General Motors (GM) Mary Barra terkait isu lingkungan. Dalam suratnya, mantan pentolan band The Smiths ini meminta supaya GM menghentikan penggunaan bahan kulit untuk jok pada mobil-mobil ramah lingkungan yang ditawarkan, yakni Chevrolet Volt dan Bolt.

Pendapat pribadi ini merupakan bagian dari dukungan Morrissey dalam kampanye pencinta binatang, People for the Echical treatment of Animals (PETA).

“Mengejutkan 51 persen dari emisi global (efek rumah kaca) disebabkan oleh peternakan hewan. Kulit binatang juga harus dicelupkan dalam sup beracun bahan kimia untuk menjaga mereka dari membusuk dan limpahan dari penyamakan kulit meracuni saluran air yang vital,” tulis Morrissey dalam surat tersebut, seperti dilansir Detroit Metro Times,dilansir Autonews, Rabu (23/11/2016).

Pelantun lagu “Every Day is Sunday” ini juga mengutip hasil penyelidikan PETA terhadap kondisi mengenaskan di peternakan di Brasil yang memasok kulit untuk GM, Toyota, dan Volkswagen.

ISTIMEWAMorrissey

“Mengingat bahwa Volt dan Bolt dipasarkan kepada pembeli yang sadar lingkungan, sepenuhnya pilihan vegetarian hanya akan memperluas daya tarik mereka,” tulis Morrissey lagi.

Merek otomotif lain, seperti Tesla yang memasarkan hanya mobil berteknologi listrik murni, sudah menggunakan kulit buatan, berbahan dasar tumbuh-tumbuhan pada mobilnya. Langkah yang diharapkan bisa diikuti para produsen mobil global lain di Amerika Serikat.

Kampanye PETA

Surat pribadi Morrissey dikirim, setelah PETA meluncurkan video investigasi, awal November lalu, memperlihatkan perlakuan buruk terhadap sapi di peternakan Brasil. Para aktivis PETA mendesak para produsen otomotif dunia untuk menggantikan bahan kulit pada interior kendaraan, sehingga menjadi kompensasi baik bagi para hewan.

Juru bicara GM, Nick Richards mengatakan, pihak perusahaan punya panduan spesifik dari seluruh pemasok yang terpilih, sesuai hukum yang berlaku. Hukum tersebut di antaranya, adalah perihal penyiksaan hewan.

“Semua bahan kulit yang digunakan pada kendaraan kami, adalah produk sampingan dari binatang. Jadi hewan tersebut tidak sengaja dijagal secara khusus untuk kulit mereka,” kata Richards.

Terkait permintaan aktivis PETA, soal penggunaan kulit buatan untuk Bolt dan Volt, Richards mengatakan semua produk GM punya pilihan non kulit untuk interiornya.(kompas.com)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here