Korban Lain Tipu Umrah Belum Melapor

38
0
SHARE

BHARATANEWS.ID | KRIMINAL – Ratusan calon jamaah haji umrah yang tertipu oleh PT Jaya Mandiri Bersama sampai saat ini belum banyak yang melapor. Baru 12 membuat laporan polisi (LP) di Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Kaltim dengan kerugian total Rp 2 miliar.

“Korban lain belum melapor,” kata Direktur Kriminal Umum (Dirkrimum) Polda Kaltim Kombes pol Dr Winston Tommy Watuliu, kemarin. Perwira lulusan S-3 Universitas Indonesia itu berharap, korban yang belum melapor, bisa datang. Sehingga ada informasi lain untuk pengembangan perkara ini.

Seperti diketahui, para korban tadi terdaftar di perusahaan travel serupa bernama PT Jaya Mandiri Bersama (JMB) dengan pimpinannya Nurjanah (52). Penyidik telah meminta keterangan. Belakangan diketahui induk penyelenggaraan umrahnya adalah PT Timur Sarana (Tisa) Tour and Travel. Oleh tersangka Nurjanah, dana milik calon umrah tersebut disetorkan ke Tisa.

Travel JMB disebut-sebut sebagai perantara mendapatkan keuntungan secara gali lubang-tutup lubang untuk mendapatkan keuntungan. Nurjanah, warga Banyuwangi, Jawa Timur itu telah ditangkap Ditreskrimum Polda Metro Jaya Jakarta dengan kasus serupa.

Dia dilaporkan pula oleh ratusan calon lainnya di Jakarta. Saat ini, sedang jalani proses persidangan. Nantinya setelah dia menjalani hukuman, penyidik Ditreskrimum Polda Kaltim menjemputnya.

“Bebas di Jakarta, kami jemput lagi,” imbuhnya. Di Balikpapan, Nurjanah membuka travel-nya sekaligus tempat tinggal di kawasan Perumnas Batu Ampar, Balikpapan Utara. Saat ini, rumah dan kantornya sudah diisi penyewa lain.

Menurut Winston, korban dari JMB cukup banyak. Namun, yang sudah lapor baru 12 orang. meski sudah cukup mewakili kasus penipuan tersebut, pihaknya juga mengimbau korban yang belum melapor untuk segera membuat laporan. Modus yang dilakukan JMB menawarkan umrah dengan biaya cukup murah. Yakni antara Rp 8 juta – Rp 15 juta per orang. Padahal untuk biaya umrah normal Rp 25 juta – Rp 30 juta.

Dengan waktu dua tahun setelah mendaftar dan lunas, mereka bisa diberangkatkan. Namun, JMB ingkar. “Ada juga yang diberangkatkan. Ini untuk membuktikan, sehingga banyak yang mendaftar,” tambah Kompol Wiyanto, Kanit I Subdit Jatanras.

Nurjanah sendiri sudah beroperasi di Balikpapan sejak 2012. Para korban penipuan, mayoritas yang mendaftar 2014, untuk diberangkatkan 2015-2016. Sedangkan, dari 2012-2013 terbukti diberangkatkan. “Sehingga para korban ini percaya, dan tergiur biaya murah tadi,” urai Wiyanto. Dari pengembangan penyidik, diketahui PT JMB juga tak memiliki izin penyelenggara umrah haji dari Kementerian Agama.

JMB hanya mengantongi izin perdagangan dan suplai kesehatan. “Sudah kami cek, tidak ada izinnya,” ujar perwira melati satu itu. Ditengarai, para korban tak hanya di Balikpapan, melainkan di kota/kabupaten di Kaltim dan Kaltara. (aim/rsh/k15)(kaltim.prokal.co)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here