Illegal Logging Picu Kerusakan Hutan di Bengkulu Capai 198.000 Ha

44
0
SHARE

BHARATANEWS.ID | NASIONAL – Sekitar 198.000 dari 928.631 hektare (ha) hutan di Provinsi Bengkulu mengalami rusak berat akibat kegiatan perambahan hutan dan illegal logging (penebangan ilegal).

“Data Dishut (Dinas Kehutanan) Bengkulu, total kerusakan hutan sampai sekarang mencapai 198.000 hektare, tersebar di 10 kabupaten dan kota,” kata Kepala Dishut Bengkulu, Risman Sipayung kepada SP, di Bengkulu, Jumat (25/11).

Ia mengatakan, hutan yang rusak terdiri dari hutan lindung, hutan Taman Nasional Kerinci Sebelat (TNKS), hutan suaka alam, hutan cagar alam dan hutan taman buru. Namun, Risman tidak menjelaskan secara rinci luas kerusakan masing-masing hutan.

Untuk menekan laju kerusakan hutan, Dishut melakukan langkah antisipasi, di antaranya meningkatkan sosialisasi ke masyarakat sekitar hutan, melaksanakan program hutan kemasyarakatan dan meningkatkan patroli yang rawan dirambah masyarakat. Selain itu, operasi penertiban pembalak liar dan memproses hukum warga yang terbukti melakukan perambahan hutan. “Hal ini dilakukan untuk memberikan efek jera agar tidak berani melakukan perbuatan yang sama,” kata dia.

Risman berharap, aksi perambahan hutan dan illegal logging dapat dikendalikan sehingga kerusakan hutan di Bengkulu dapat ditekan.

Untuk mengembalikan fungsi hutan yang rusak Dishut Bengkulu melalui BKSDA setiap tahun melakukan rehabilitasi dengan menanam berbagai jenis bibit kayu berkualitas. “Hutan yang kritis dilakukan penanaman bibit tanaman bernilai ekonomis, seperti durian, petai dan tanaman lainya,” ujarnya.

Khusus untuk pengembangan hutan kemasyarakatan (HKM) di Bengkulu, sampai saat ini mencapai 87.000 hektare. Program ini telah dilaksanakan di sejumlah kabupaten di antaranya Lebong, Rejang Lebong, Bengkulu Selatan, Seluma, Kaur, Mukomuko, Bengkulu Utara dan Kepahiang. Sedangkan pengembangkan HKM di Bengkulu, ditargetkan seluas 120.000 hektare. Dengan demikian, masih cukup luas hutan yang bisa dikelola menjadi program HKM di Bengkulu.(beritasatu.com)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here