BPOM Musnahkan Jamu Ilegal Senilai Rp 7,3 Miliar

46
0
SHARE

BHARATANEWS.COM | BOGOR – Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) memusnahkan 245.570 kemasan produk obat tradisional ilegal senilai Rp 7,3 miliar, Jumat 25 November 2016. Pemusnahan barang berbahaya yang disita dari pabrik di wilayah Parung, Kabupaten Bogor, tersebut dilakukan di tempat pengelolaan limbah B3 milik PT Tenang Jaya Sejahtera di Desa Kutamekar, Kecamatan Ciampel, Kabupaten Karawang.

Dari pantauan “PR”, sedikitnya ada 43 jenis obat tradisional yang dimusnahkan. Barang itu diangkut menggunakan 32 truk dengan pengawalan petugas BPOM.

Kepala BPOM, Penny K. Lukito mengatakan, obat tradisional ilegal tersebut berhasil disita dalam sebuah razia obat dan makanan terlarang, 2 Februari 2016 lalu. Namun, bos besar pemilik barang tersebut hingga kini masih dalam penyelidikan dan pengejaran petugas.

“Pabrik obat ilegal berupa jamu tradisional ini berada di perkampungan di daerah Parung, Bogor. Saat digerebek kami hanya menemukan para pekerja yang berasal dari Meden. Sementara bos besarnya belum tertangkap,” kata Penni. Menurut dia, para pekerja itu merupakan pekerja yang disekap karena mereka hanya diberi makan alakadarnya. Mereka tidak mengetahui persis siapa pemilik barang-barang ilegal itu.

Penny menyebutkan, penyitaan barang tersebut merupakan hasil penyelidikan yang dilakukan BPOM selama tiga bulan. Untuk mengelabui petugas, pabrik jamu ilegal itu kerap berpindah-pindah tempat. Menurut Penny, pembuatan dan pemasaran jamu ilegal merupakan salah satu bentuk kejahatan kemanusiaan yang harus diperangi bersama. BPOM berhasil penemukan pabrik jamu ilegal berkat adanya laporan masyarakat setempat.

“Ini merupakan komitmen kami dengan kepolisian dan kejaksaan untuk melakukan pengawasan terhadap produk-produk ilegal yang sangat membahayakan masyarakat. Pengungkapan kasus ini dilakukan satu TKP,” katanya.

Disebutkan pula, saat ini pihak kepolisian masih terus melakukan penyelidikan untuk menemukan pelaku utama. Hasil penyelidikan mengarah kepada orang yang berinisial JS alias L. “Kami sempat menangguhkan pemusnahan menunggu pemiliknya tertangkap,” katanya.

Disebutkan, obat tradisional ilegal yang disita mengandung bahan kimia seperti Fenilbutazon, Sildenafil Sitrat, Parasetamol yang dapat membahayakan kesehatan masyarakat, jika dipakai dalam takaran berlebih. “Kami berharap masyarakat cerdas dengan tidak tergoda memakai jamu-jamu ilegal untuk menjaga kesehatannya,” kata Penny.

Selain itu, masyarakat harus membantu melaporkan ketika melihat ada kegiatan yang mencurigakan, seperti kegiatan di Parung. Sebab, tanpa bantuan masyarakat pihaknya tidak akan mampu menemukan lokasi pabrik-pabrik barang berbahaya itu.

Saat ini, lanjut Penny, kasus pelanggaran obat tradisional ilegal tersebut telah memasuki proses penyidikan tahap 1. Pelakunya diduga telah melanggar Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan dan Pasal 197 dan/atau 196 dengan hukuman pidana penjara paling lama 15 tahun dengan denda paling banyak Rp 1,5 miliar dan/atau pidana penjara paling lama 10 tahun dan denda Rp 1 miliar.

“Semua hasil produksi mereka, didistribusikan ke seluruh Indonesia. Kami menduga memang ada jaringan dengan sistem mata rantai terputus,” katanya.

Disebutkan juga, dalam operasi yang dilakukan Juli hingga Oktober 2016, BPOM berhasil menemukan produk berbahaya senilai Rp 66 miliar yang terdiri dari obat dan makanan ilegal yang tidak memiliki izin edar, mengandung bahan berbahaya dan bahan dilarang serta produk palsu.

Masyarakat pun diminta oleh Penny untuk melakukan pelaporan ke contact center BPOM 1500533 atau SMS 081219999533 jika mengetahui adanya praktik produksi dan peredaran obat dan makanan yang ilegal. “Jangan ragu untuk melapor, jika menemukan pabrik pembuatan kosmetik dan obat berbahaya,” katanya.*** (pikiran-rakyat.com)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here