Aktor Jepang Buka Japanese Film Festival 2016 di Jakarta

43
0
SHARE

BHARATANEWS.ID | FILM — Acara Japanese Film Festival (JFF) 2016 di Jakarta telah dibuka pada Kamis (24/11) malam kemarin. Pembukaan secara resmi dilakukan oleh aktor dan sutradara yang terlibat dalam pembuatan salah satu film yang ditampilkan dalam acara itu, Chihayafuru.

Pemeran Taichi dalam Chihayafuru, Shuhei Nomura dan sutradara Norihiro Koizumi beserta Direktur Penerangan dan Kebudayaan Kedutaan Besar Jepang untuk Indonesia Ryo Nakamura, Direktur Jenderal Japan Foundation di Jakarta Norihisa Tsukamoto, dan Chelsea Islan membunyikan mainan tradisional naruko untuk menandai dibukanya JFF 2016 secara resmi.

Shuhei Nomura mengaku rela datang ke Indonesia agar masyarakat bisa lebih tahu mengenai budaya Negeri Sakura. Menurutnya, dua film Chihayafuru, Chihayafuru Part.1dan Chihayafuru Part.2, yang ditayangkan dalam JFF 2016 memuat cukup banyak adegan yang memamerkan kebudayaan Jepang lama dan baru.

“Semoga Anda semua bisa menikmati Chihayafuru dan bisa lebih suka dengan Jepang,” ujarnya.

Sementara itu, sutradara Koizumi bercerita, sebenarnya ia tidak sengaja memasukkan banyak elemen kebudayaan Jepang yang lama dan yang baru dalam kedua filmnya. Ia berpandangan, permainan kartu tradisional Jepang yang menjadi latar film, karuta bisa memperkenalkan kebudayaan negaranya secara keseluruhan.

“Film ini di samping menggambarkan budaya Jepang lewat karuta, saya rasa menggambarkan bagaimana anak muda Jepang yang tengah tergila-gila atau sangat asyik bermain sesuatu. Menurut saya itu sesuatu yang khas Jepang sekali,” katanya.

Selain itu, imbuhnya, Chihayafuru juga menjadi ajang pameran bakat-bakat masa depan Jepang mengingat banyaknya aktor muda populer yang terlibat dalam film ini.

“Jadi kalau kita menonton film ini beberapa tahun kemudian, kita jadi tahu, ‘Oh Chihayafuru ini banyak bintang muda yang sekarang melejit ya,'” ujarnya.

Norihiro menjelaskan, Jepang merupakan negara kepulauan, sehingga biasanya para sutradara film memproduksi film untuk ditayangkan di dalam negerinya sendiri. Namun, sebagai sutradara, ia tak memungkiri bahwa selalu ada rasa penasaran apakah konten yang dibuatnya bisa juga dinikmati oleh masyarakat di seluruh dunia.

“Maka dalam kesempatan ini saya sangat senang karena film Jepang ditonton oleh masyakat dunia. Produksi film di Jepang juga semakin berkembang dan disesuaikan supaya bisa dinikmati masyarakat dunia,” katanya.

Selain Chihayafuru Part.1 dan Chihayafuru Part. 2, terdapat 12 film lain yang ditayangkan dalam JFF 2016, yakni Sweet Bean, Creepy, Kako: My Sullen Past, Over The Fence, Rudolf the Black Cat, Sanada Ten Braves, The Anthem of the Heart, The Boy and the Beast, The Magnificent Nine, The Mohican Comes Home, What a Wonderful Family!, dan Tsukiki Wonderland.
Festival ini akan digelar pada 25-27 November 2016 mendatang di Cinemaxx FX Sudirman, Jakarta Selatan. Tiga teater dengan total 400 kursi khusus disediakan untuk JFF tahun ini. Cinemaxx mematok harga Rp20 ribu untuk tiap film yang diputar. Tiket bisa dibeli secara langsung di konter atau via online di situs dan aplikasi ponsel.

Tak hanya di Ibu Kota, festival ini juga bakal hadir di Yogyakarta pada 28 November hingga 3 Desember 2016. Dalam penyelenggaraan di Kota Gudeg, Japan Foundation berkolaborasi dengan Jogja-NETPAC Asian Film Festival (JAFF). Enam film akan ditayangkan dalam kesempatan itu.

JFF merupakan sebuah platform film Jepang yang bertujuan meningkatkan minat terhadap film Jepang dan menarik penonton yang luas di negara-negara Asia Tenggara. JFF Indonesia pertama kali diselenggarakan pada 2015 oleh Agency for Cultural Affairs of Japan bekerja sama dengan Kedutaan Besar Jepang di Indonesia, Japan Foundation, dan Japan Image Council.

Mulai tahun ini, JFF Indonesia akan tergabung dalam JFF Asia Pacific Gateway yang diinisiasi oleh Japan Foundation dan diselenggarakan di 10 negara Asia Tenggara dan Australia.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here