Ahli Lanskap IPB Sebut Lawang Salapan Halangi Ikon Kota Bogor, Tugu Kujang Bakal Terlupakan

43
0
SHARE

BHARATANEWS.ID | BOGOR – Berdirinya Tepas Lawang Salapan di Pusat Kota Bogor merupakan satu upaya untuk menjadikan Kota Bogor sebagai Kota Pusaka.

Hal tersebut tertera pada Peraturan Wali Kota (Perwali) nomor 17 tahun 2015 tentang penyelenggaraan Kota Bogor sebagai Kota Pusaka.

Namun, menurut Ahli Ekologi dan Manajemen Lanskap IPB, Prof. Dr Hadi Susilo Arifin, mengatakan bahwa pembangunan Lawang Salapan bukan merupakan upaya guna mewujudkan Kota Bogor sebagai Kota Pusaka.

“Sebenarnya kalau ingin disebut Kota Pusaka itu, bukan dengan mendirikan bangunan baru, tapi lebih ke melakukan pemeliharaan dan pelestarian pada warisan sejarah pada masa lampau yang ada di Kota Bogor,” ujar Hadi Kepada TribunnewsBogor.com, Kamis (24/11/2016).

Hadi mengaku dirinya sangat menyayangkan atas berdiri bangunan Lawang tersebut, menurutnya, keberadaan Tepas tersebut justru akan berpengaruh terhadap nilai kesejarahan Tugu Kujang sebagai ikon Kota Bogor yang berdiri di dekat Lawang Salapan.

“Bukan menguatkan kembali nilai-nilai sejarah Tugu Kujang, justru tidak menutup kemungkinan bahwa keberadaan Tugu Kujang akan mulai terlupakan,” katanya.

Iya pun mengatakan bahwa berdirinya bangunan Lawang Salapan itu telah mengahalangi ikon Kota Bagor lainnya, yakni Kebun Raya Bogor (KRB).

“Di wilayah itu kan buka hanya ada Tugu Kujang saja, tapi juga ada hutan kota yang terbuka, yaitu KRB, itu kan bagus dengan pemandangan yang dihiasi pepohonan yang hijau, tapi setelah ada bangunan itu, mana bisa kita lihat lagi saat melewati pusat Kota Bogor ini,” katanya.

Hadi menambahkan bahwa seharusnya, jika Pemerintah Kota Bogor ingin membuat Kota Bogor sebagai Kota Pusaka tidak perlu mengeluarkan anggaran untuk mendirikan bangunan baru.

“Bangunan Tepas Lawang Salapan itu kan menyerupai pilar-pilar di zaman Yunani kuno, dan kalau memang ada anggaran, seharusnya dipergunakan untuk memperbaiki atau memelihara aset Kota Bogor yang memiliki nilai sejarah yang tinggi, dengan demikian, Kota Bogor bisa disebut sebagai Kota Pusaka, karena apa yang diwariskan sebelumnya, masih bisa terjaga dan terawat dengan baik,” pungkasnya.(TRIBUNNEWSBOGOR.COM)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here