Konflik Lahan Bandara Internasional Jabar, Tiga Petani Ditahan

32
0
SHARE

BHARATANEWS.ID | INTERNASIONAL – Polda Jabar menahan tiga petani asal desa Sukamulya, Kecamatan Kertajati, Majalengka terkait konflik lahan pembangunan Bandara Internasional Jawa Barat, Kamis,(17/11) lalu.

Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Yusri Yunus menyatakan ketiganya ditahan karena terbukti menghalang-halangi dan melukai aparat saat proses pengukuran tanah yang akan dipergunakan sebagai lahan Bandara Internasional Jawa Barat.

“Dari hasil pemeriksaan tiga orang terbukti telah menghalang halangi dan melukai petugas, sedangkan tiga lainnya tidak terbukti,” kata Yusri Yunus saat dihubungi Rabu, (23/11).

Seorang polisi menunjukan bekas katapel yang dilakukan petani Majalengka (Foto: MP/Yohanes Charles) 

Ketiga petani yang ditahan yakni Carisman bin Dani (44), Sunardi bin Wasman (45) dan Darni bin Narmin (66).Menurut Kombes Yusri, ketiga petani yang ditahan berdasarkan hasil pemeriksaan yang dilakukan di Mapolda Jabar, terbukti telah menghalang halangi aparat dan melukai aparat dengan menggunakan katapel.

“Ketiganya ditahan karena terbukti telah melukai aparat dengan katapel,”jelasnya. Para petani itu diduga melanggar pasal 214 KUHP dengan ancaman hukuman enam tahun penjara.

Sementara itu, di tempat terpisah Sekretaris Jenderal Aliansi Gerakan Reforma Agraria (AGRA), Muhammad Ali menuturkan, komunikasi yang dibangun pihak BIJB dengan masyarakat tidak begitu baik, sehingga cukup wajar jika terjadi penolakan dari warga.

Karena itu, Ali mengatakan pihaknya menuntut pihak kepolisian untuk membebaskan ketiga petani yang ditahan tersebut.

“Kami menuntut pihak kepolisian untuk membebaskan ketiga petani asal Desa Sukamulya yang ditahan di Polda,” ujar Ali.(Yhs)(news.merahputih.com)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here