BAGUSLAH..!! Gaji Dokter Puskesmas Diusulkan Sebesar Ini….

52
0
SHARE

BHARATANEWS.ID | KESEHATAN – Dinas Kesehatan (Diskes) Kutim telah mengajukan telaahan terkait gaji dokter umum untuk puskesmas di Kutim. Jika sebelumnya hanya Rp 2,2 juta, kini tenaga kerja kontrak daerah (TK2D) diajukan Rp 10 juta per bulan.

Termasuk peningkatan status beberapa tenaga pendukung semisal apoteker, nutrisionis, analis kesehatan, dan asisten apoteker. Realisasi gaji tersebut menunggu keputusan dari Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD).

 Menurut Kepala Diskes Kutim Aisyah didampingi Kabid Pelayanan Kesehatan Hariyati, dalam tahun ini pihaknya telah diminta mengajukan telaahan untuk gaji dokter umum yang layak bagi mereka yang bertugas di pedalaman.

Namun, usulan tersebut sempat dua kali direvisi. Yakni, pada Agustus dan Oktober lantaran defisit yang melanda Pemkab Kutim. “Tentu kami menyesuaikan kondisi pemerintah daerah. Makanya angka telaahan akhir kami Rp 10 juta bagi dokter umum, namun nantinya akan berstatus TK2D,” ungkapnya.

 Angka tersebut, diakui sudah melalui perhitungan dengan mengacu pada Permenkes Nomor 1199 Tahun 2004 tentang Pengadaan Tenaga Kesehatan dengan perjanjian kerja di sarana kesehatan milik pemerintah. Beberapa faktor yang memengaruhi yakni kelangkaan profesi, risiko kerja, kesejahteraan dan UMR.

“Kami juga bekerja sama dengan Universitas Mulawarman untuk menghitung angka tersebut sehingga pertanggungjawabannya nanti jelas dari mana asalnya,” tegasnya.

Dia berharap, angka tersebut bisa disetujui.Mengingat, kondisi kekurangan tenaga kesehatan terutama dokter umum serta tenaga penunjang lain di Kutim sangat kurang. Peningkatan gaji tersebut diharapkan bisa menjadi daya tarik agar para dokter muda atau tenaga kesehatan lain mau bekerja di Kutim.

“Kami harus meningkatkan tenaga medis untuk mencapai akreditasi yang ditarget hingga 2019 mendatang,” singkatnya.

 Tambah dia, beberapa puskesmas di Kutim kini kondisinya juga kurang. Dari 21 puskesmas, terdapat 3 puskesmas, yakni di Teluk Pandan, Tepian Baru, dan Rantau Pulung, hanya memiliki satu dokter. Padahal, idealnya untuk mencapai akreditasi sesuai Permenkes Nomor 46 Tahun 2015 tentang Akreditas Puskesmas, paling tidak di puskemas ada dua dokter umum di luar kepala UPT. Karena jabatan tersebut harus fokus pada urusan administrasi daripada menangani pasien. “Sementara kami masih kurang banyak dokter,” sebutnya.

 Sebelumnya, menanggapi soal rencana kenaikan gaji dokter dan tenaga kesehatan untuk puskesmas di seluruh wilayah Kutim, Sekkab Kutim Irawansyah menjamin akan ada kenaikan. Namun, dia juga belum berani memutuskan lantaran masih melihat ketersediaan anggaran dari APBD Kutim 2017.

“Gaji pasti naik, namun angka pastinya belum tahu. Kami yakin karena ini untuk pelayanan ke masyarakat,” ungkapnya, Senin (21/11). (*/dns/ms/k8)(prokal.co)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here