Antisipasi Demo, Brimob Siagakan 8700 Personel di Jakarta

45
0
SHARE

BHARATANEWS.ID | Jakarta – Dankor Brimob Irjen Murad Ismail angkat bicara soal kesiapan anggota Brimob mengghadapi rencana demo 25 November dan 2 November di Jakarta.

“Komandan keamanan itu Asops (Irjen Unggung Wahyono). Saya koki yang menyiapkan Brimob untuk menghadapi setiap keamanan yang ada dalam negeri. Asops komandannya, masalah pengaturan, pembagian tugas di mana anggota saya, itu Asops yang ngatur,” kata Murad di Mabes Polri Kamis (24/11).

Menurut jenderal bintang dua ini hingga kini internal Brimob tetap memberlakukan siaga 1. Jika saat demo 4 November lalu ada 21 kompi Brimob yang datang dari daerah, sekarang ada 50 kompi Brimob dari daerah. Satu kompi sekitar 100 orang.

“Mereka dari 21 Polda untuk mengamankan demo tanggal 25 November dan 2 Desember. Total jumlah Brimob yang akan mengamankan ibukota, yang di BKO ke PMJ, ada 87 SSK,” sambungnya.

Rinciannya 25 SSK dari Mako Korbrimob Kelapa Dua Depok, 12 SSK dari Polda Metro Jaya, dan 50 SSK dari seluruh 21 Polda itu. 87 SSK itu artinya sekitar 8700 orang.

Ini masih ditambah lagi dengan 36 unit anti anarkis yang terbagi di 7 titik. Tujuh titik itu diantaranya di Istana, Gedung DPR/MPR, dan Semanggi. Yang empat titik lain Murad mengaku belum tahu.

“Tapi yang 50 SSK Brimob daerah itu disebar di 39 titik. 39 titik itu di Jakarta Pusat, Barat, Timur, Utara. Sedangkan 25 SSK Brimob Kelapa Dua dan 12 SSK Brimob Metro Jaya berada di Istana dan Gedung MPR/DPR,” sambungnya.

Mantan Kapolda Maluku ini menambahkan jika 50 SSK Brimob daerah yang datang di Jakarta itu berbeda dengan Brimob daerah yang datang untuk mengamankan aksi 411 lalu.

“Kemarin kan kita sudah pulangin itu yang polda-polda. Sekarang baru datang lagi. Pertanggal 16 November kemarin mereka sudah ada di Jakarta. Setelah HUT Brimob. Brimob itu siaga tanpa ada pencabutan. Brimob selalu siap, kapan saja siap,” urainya.

Murad menambahkan jika Brimob yang mengamankan Jakarta itu ada yang mengendarai motor ada yang tidak. Yang jelas mereka menghadapi para pengunjuk rasa tanpa bersenjata. Mereka hanga pakai tameng saja.

“Kalau pengamanan Pilkada, bukan kita underestimate ya, itu sudah biasa kita lakukan. Di seluruh Indonesia sudah biasa. Yang tidak biasa unras yang sebesar-besarnya. Kaya kemaren unras damai (411) itu tidak biasa. Semua orang boleh mengekspresikan, ini negara demokrasi. Brimob itu punya semboyan pengabdian tanpa batas,” tegasnya.

(beritasatu.com)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here