Tim Cagar Budaya Kaji Revitalisasi Pasar Cinde

51
0
SHARE

BHARATANEWS.ID  | BUDAYA DAN PARIWISATA – Rencana Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Pemprov Sumsel) merevitalisasi Pasar Cinde menjadi pasar modern akan berlanjut. Pemprov saat ini telah membentuk Tim Cagar Budaya Sumsel yang akan melakukan kajian terhadap pasar yang terletak di Jalan Jendral Sudirman, Palembang tersebut.

“Tim cagar budaya sudah siap melakukan survei dan peninjauan ke Pasar Cinde mulai melakukan kajian tahap pengerjaan,” kata Ketua Tim Cagar Budaya Irene Camelyn, Selasa (22/11).

\Menurut Irene, tim cagar budaya yang terdiri dari 26 anggota melibatkan stakeholder dan Pemprov Sumsel untuk memberikan masukan. “Untuk melakukan kajian tidak ada persiapan khusus. Untuk target tahap pengkajian tidak ada kapan akan selesai. Namun sesuai dengan arahan Gubernur Sumsel Alex Noerdin untuk bergerak secepat mungkin,” ujarnya.

Irene Camelyn yang juga Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Sumsel mengharapkan hasil kajian tim bisa menghasilkan putusan yang win-win solution sehingga dapat diproses dengan cepat dan Pasar Cinde Palembang juga akan cepat direvitalisasi menjadi Pasar Modern sesuai dengan rencana Pemprov Sumsel.

Sementara itu menurut Asisten II Sekretaris Daerah Provinsi Sumsel bidang ekonomi, keuangan dan pembangunan Yohanes H Toruan, pengembangan Pasar Cinde dapat dilakukan dan sesuai target. “Desain pasar yang diajukan pengembang Oktober lalu telah direvisi menyesuaikan dengan zonasi dan tetap mempertahankan struktur asli Pasar Cinde terutama tiang cendawan,” katanya.

Terhadap rencana revitalisasi tersebut, Dirjen Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Hilmar Farid sempat mendatangi dan melihat langsung kondisi bangunan Pasar Cinde. Dirjen Kebudayaan juga sudah melayangkan surat kepada Komunitas #SAVE PASAR CINDE pada 3 Agustus 2016 yang menyatakan, menyatakan pasar yang terletak di jalan Jendral Sudirman tersebut memenuhi kriteria sebagai cagar budaya sesuai UU No.11 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya.

Dalam surat tersebut Dirjen Hilmar Farid enyatakan, bangunan Pasar Cinde memiliki bentuk arsitektural yang langka dan satu-satunya di kota Palembang. Keberadaan Pasar Cinde juga dianggap sebagai”jembatan” penghubung antara Kesultanan Palembang Darussalam (dengan keberadaan makam Cinde) dengan Palembang masa kemerdekaan, sekaligus “tanda” perkembangan Palembang dikemudian hari.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here