Saat Lapor Polisi, Ibu Aditya Sebut Anaknya Tewas karena Disiksa Suami

51
0
SHARE

BHARATANEWS.ID | PEKANBARU – Bocah malang, Aditya Fadilah (4) meninggal dunia setelah disiksa ibunya Siska. Lantas Bagaimana cerita kematian ini bisa terbongkar pihak kepolisian?

Siska (23) ibu kandung korban benar-benar tak punya hati. Dia sengaja seakan ingin menutupi tindakan kriminalnya yang sudah menyiksa Aditya selama tiga bulan. Saat melapor ke polisi, otak bulus sang ibu berjalan. Dia buru-buru melapor ke polisi seakan-akan dia bersama Aditya menjadi korban kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).

“Awalnya si ibu melapor ke kita, bahwa anaknya meninggal dunia korban KDRT. Mendapat laporan tersebut malam itu juga tim kami terjun ke lokasi,” kata Kasat Reskrim Polresta Palembang, Kompol Maruly Pardede kepada detikcom, Rabu (23/11/2016).

Awalnya pihak kepolisian percaya atas laporan tersebut. Begitu sampai di lokasi, tim langsung melihat kondisi Aditya yang sudah terbujur kaku di atas ranjang dengan posisi miring.

Pihak kepolisian langsung memeriksa kondisi tubuh Aditya. Polisi kaget, karena tubuh korban penuh dengan lebam dan bekas tusukan benda tajam.

“Kami langsung melakukan visum. Dari hasil visum, lantas kami mengamankan kedua orang tuanya. Waktu itu kita masih berpikir bahwa Aditya dan ibunya benar-benar menjadi korban kekerasan dalam rumah tangga,” kata Maruly.

Tapi begitu pihak kepolisian melakukan pemeriksaan, akhirnya semua akting Siska terbongkar. Polisi menyimpulkan, kasus kematian Aditya mengarah kepada ibu kandungnya sendiri.

“Ini setelah pemeriksaan, saat Aditya ditendang ibunya dan dipukul, suaminya lagi bekerja. Suami pelaku hanya sebagai buruh bangunan. Dari pemeriksaan diketahui penyiksaan terjadi saat suaminya bekerja,” kata Maruly.

Masih menurut Maruly, suaminya pulang kerja hanya menerima laporan dari istrinya kalau anak mereka mengalami sakit demam.

“Rupanya demamnya Aditya hingga meninggal dunia akibat ulu hatinya ditendang ibu kandungnya sendiri. Malam itu juga setelah pemeriksaan awal, kita langsung tetapkan Siska sebagai tersangka. Sedangkan suaminya kita jadikan saksi,” kata Maruly.

Selama dalam proses pemeriksaan, kata Maruly, tersangka Siska menangis.

“Ya biasalah, kalau sudah seperti itu, penyesalan datangnya terlambat,” kata Maruly.

Sebelum Aditya meninggal dunia, bocah yang dikenal periang itu sempat pamitan terakhir kalinya kepada ibunya. Aditya mengucapkan kata-kata terakhirnya dengan senyum, “Bunda, adik tidur ya, adik sakit bunda.” (Detik News)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here