Mengintip Potensi Besar Pariwisata Kreatif DIY

57
0
SHARE

BHARATANEWS.ID | BUDAYA DAN PARIWISATA – REKREASI telah menjadi kebutuhan yang sangat penting bagi manusia kekinian. Seiring dengan pesatnya pertumbuhan teknologi jaringan komunikasi, tempat-tempat rekreasi yang sebelumnya tersembunyi kini menjadi ramai dikunjungi. Hal ini tentu dapat memberi manfaat bagi masyarakat sekitar tempat-tempat rujukan untuk rekreasi.

Dari sisi ekonomi, timbulnya permintaan atas suatu barang/jasa akan diikuti tergeraknya upaya produsen melakukan produksi. Demikian pula yang akan terjadi dalam industri pariwisata. Ketika permintaan masyarakat terhadap produk pariwisata mulai tumbuh, para penyedia produk pariwisata, khususnya masyarakat sekitar tempat pariwisata, akan terpacu untuk lebih giat berproduksi.

Pariwisata Kreatif

Suatu kawasan dikatakan berpotensi sebagai tempat pariwisata ditentukan oleh faktor alam, budaya, atau gabungan keduanya : alam dan budaya. Pertumbuhannya sangat ditentukan kreativitas masyarakat sekitar. Ada tempat wisata yang secara alami sudah sangat menarik untuk dikunjungi sebagai tempat tujuan rekreasi. Sehingga hanya butuh sedikit usaha dari masyarakat untuk mengembangkannya. Ada juga tempat yang semula bukan apa-apa namun karena campur tangan kreatif masyarakat berubah menjadi tempat tujuan rekreasi yang sangat diminati.

Provinsi DIY memiliki banyak tempat pariwisata kreatif. Kota Yogyakarta, Kabupaten Sleman, Kabupaten Bantul, Kabupaten Kulonprogo, dan Kabupaten Gunungkidul masing-masing mempunyai tempat-tempat pariwisata kreatifnya. Wisata Alam Kalibiru, Kebun Buah Mangunan, Kedung Pedut, Hutan Pinus Puncak Becici, Puncak Kosa-kora, dan deretan pantaipantai di pesisir selatan adalah beberapa contoh tempat wisata kreatif yang dimiliki oleh Provinsi DIY. Semua mengandung unsur kreatif masyarakat sekitar.

Pertumbuhan tempat wisata akan membawa dampak perekonomian masyarakat. Aktivitas yang menimbulkan sumber pendapatan baru bagi masyarakat bermunculan. Mulai dari berdagang, memandu wisatawan, menyediakan jasa penginapan, hingga mengojek pun dilakukan.

Masyarakat di sekitar Kedung Pedut Kulonprogo misalnya. Tidak akan pernah menyangka bila sungai kecil yang tadinya tersembunyi tidak ada yang mengetahui sekarang menjadi ramai dikunjungi. Kedung Pedut mulai dikembangkan masyarakat menjadi tempat yang layak untuk dijadikan tempat tujuan rekreasi pada awal tahun2015. Kini tempat ini menjadi mata air sumber pendapatan masyarakat.

Contoh lain adalah Pantai Timang. Terletak di pesisir pantai selatan. Pantai milik Kabupaten Gunungkidul ini menyediakan wahana pemicu adrenalin. Para pengunjung dapat menyeberang ke pulau karang melalui wahana gondola sederhana buatan masyarakat. Terbuat dari rangkaian kayu, tali tambang, dan katrol sederhana dengan tenaga manusia sebagai energi penggeraknya. Gondola ini dapat membawa pengunjung menuju pulau karang berjarak kurang lebih 200 meter dari darat. Awalnya, gondola tersebut adalah alat bagi nelayan untuk menangkap lobster yang terperangkap di pulau karang. Namun, saat ini gondola tersebut juga difungsikan sebagai atraksi wisata.

Investasi

Lalu bagaimana Pemerintah Provinsi DIY harus memanfaatkan keunggulan dalam hal keberlimpahan tempat pariwisata kreatif yang dimilikinya? Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Provinsi DIY, Tavip Agus R, dalam seminar di Universitas Gadjah Mada bulan lalu menjelaskan, terdapat tiga prioritas pembangunan Provinsi DIY dalam jangka waktu lima tahun ke depan. Prioritas satu (sektor unggulan) meliputi sektor jasa, keuangan, persewaan, perdagangan, hotel, restoran, pengangkutan, dan komunikasi. Prioritas dua (sektor potensial) meliputi pertanian, listrik, gas dan air bersih. Prioritas tiga (sektor berkembang) meliputi hiburan dan rekreasi, perorangan dan rumah tangga, sosial kemasyarakatan, sewa bangunan, jasa penunjang keuangan, dan lembaga keuangan bukan bank. Lebih dari itu, dijelaskan bahwa pembiayaan infrastruktur menjadi isu penting karena dana pemda terbatas. Strategi pendanaan memperhatikan kapasitas fiskal, aset, serta proyeksi terhadap pertumbuhan sumber ekonomi baru sebagai bagian dari upaya peningkatan pendapatan masyarakat DIY.

Investasi merupakan instrumen penting untuk menumbuhkan perekonomian daerah. Pembangunan infrastruktur berupa akses atau jalan menuju lokasi pariwisata adalah salah satu upaya yang harus dilakukan oleh pemda. Investasi akan memberikan efek multiplier terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat di berbagai lini. Semoga kebijakan pembangunan infrastruktur Pemda DIY memperhatikan potensi besar ini.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here