Angkat Budaya Lokal di Pesta Laut

31
0
SHARE

BHARATANEWS.ID | BUDAYA DAN PARIWISATA – Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni membuka Pesta Laut Bontang Kuala kemarin (22/11). Acara yang berlangsung pada 22–26 November 2016 itu dipusatkan di Panggung Adat Kelurahan Bontang Kuala. Seperti tahun sebelumnya, event tersebut digagas untuk menjunjung tinggi kebudayaan dan menjaga kearifan lokal.

Sebelumnya, telah dilaksanakan kegiatan jamu karang, jamu kampung, dan festival dangdut se-Bontang. Sejumlah lomba siap digelar. Yakni, balapan kapal, lomba renang, panjang pinang, sumpit, dan togo.

Selain Neni Moerniaeni, hadir Wakil Wali Kota Basri Rase, rombongan Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Bontang Yuliati Nur, Wakapolres Bontang Kompol Mawan, Dandim 0908 Letkol Rio Akmal, Lurah Bontang Kuala dan Camat Bontang Utara.

Acara pembukaan pesta laut diisi dengan tari kolosal yang melambangkan perpaduan dari berbagai budaya yang menjadi satu kesatuan.

Dalam sambutannya, Neni Moerniaeni menyampaikan rasa syukur karena acara ini terlaksana dengan baik. Dia juga berterima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung acara ini.

 “Perekonomian sedang memprihatinkan, namun hal itu harus menjadi semangat untuk lebih berusaha dalam berkarya. Saya berharap Pesta Laut akan mengangkat budaya lokal dan meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar Bontang Kuala,” kata Neni.

Selain itu, dia memuji Kelurahan Bontang Kuala yang telah membuktikan komitmennya dalam kebersihan lingkungan. “Alhamdulillah hari ini saya tidak melihat sampah. Saya harap ke depan Kelurahan Bontang Kuala bisa tetap bersih dari sampah,” ucapnya.

Sambutan juga disampaikan Pangeran Mahkota Dr Adji Pangeran Adipati Prabu Anom Surya Adiningrat yang diwakili Adji Pangeran Halil Kusuma. Dia mengatakan, Pesta Laut saat ini lebih meriah dibandingkan tahun sebelumnya. Dia berharap, penyelenggaraan pesta laut kali ini menjadi doa agar krisis perekonomian segera berlalu.

Ketua Panitia Catur Ramadhan Monamas Saputra menyampaikan, Pesta Laut rutin dilaksanakan sejak 1984. Awalnya, berupa pesta dan saat ini berubah menjadi Pesta Laut.

Sejumlah donatur selain pemerintah sejumlah pihak tercatat berpartisipasi, yakni  PT Pupuk Kaltim, PT Badak NGL, Telkomsel, PT Ray, PT KDM, PAMA, PT KNI, dan PHM.

“Kegiatan ini akan berusaha untuk mendukung program pemerintah untuk menjadikan Bontang menjadi smart city, dan kreatif city. Salah satu bentuknya dalam kegiatan ini kami bekerja sama dengan ekonomi kreatif, yang terdiri dari pedagang kaki lima setempat. Ini untuk membantu memutar roda perekonomian sekitar,” imbuh Catur.

Dia berharap, ke depan semua pihak bisa mendukung penuh kegiatan ini. Sebab, Pesta Laut ini adalah kebudayaan sakral milik Bontang.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here