5 Makanan yang Baik untuk Kesehatan Hati

28
0
SHARE

BHARATANEWS.ID | KESEHATAN – Hati merupakan salah satu organ paling vital dalam tubuh kita. Setiap hari, hati bekerja keras menyaring racun dan zat-zat berbahaya lain yang bisa mengancam kesehatan kita. Oleh karena itu, penting untuk menjaga kesehatan hati dan memberinya nutrisi yang dibutuhkan. Berikut ini beberapa jenis makanan yang dapat memberi manfaat sehat bagi hati.

Bawang putih

Bawang putih dapat membantu hati untuk mengaktifkan enzim yang dapat membilas racun. Selain itu, bawang putih juga memiliki kandungan tinggi senyawa alami yang disebut alisin dan selenium, yang dapat membersihkan racun. Alisin mengandung anti oksidan, antibiotik dan antijamur, sementara selenium meningkatkan kemampuan antioksidan.

Kopi

Kopi memiliki berbagai manfaat bagi kesehatan, salah satunya untuk organ hati. Sebuah studi menemukan bahwa mengkonsumsi dua cangkir kopi setiap hari dapat membantu menurunkan risiko penyakit hati hingga 44 persen. Meskipun memiliki manfaat positif terhadap hati, para peneliti menyatakan bahwa kopi tidak bisa mengatasi efek akibat terlalu banyak minum alkohol.

Alpukat

Beberapa penelitian telah menunjukkan bahwa alpukat sangat baik bagi hati. Itu karena alpukat mengandung senyawa antioksidan yang disebut glutathione, yang dapat menyaring zat berbahaya dari hati dan melindungi sel-sel hati dari kerusakan.

Kunyit

Bumbu dapur yang satu ini juga sangat baik bagi hati. Kunyit dapat membantu menguri jumlah kerusakan akibat radikal bebas di hati, atau kerusakan dari molekul yang tak stabil. Selain itu, kunyit juga membantu tubuh kita mencerna lemak dan menghasilkan empedu, yang bertindak sebagai pembersih racun alami untuk hati.

Jeruk bali

Jeruk bali tak hanya lezat, tetapi juga dapat mencegah kerusakan hati. Kandungan vitamin C dan senyawa antioksidan yang tinggi dalam jeruk bali bekerja untuk menyingkirkan racun dari tubuh dan mencegah kerusakan sel. Lebih dari itu, studi pada 2006 menemukan bahwa ekstrak jeruk bali yang disebut naringenin dapat mengaktifkan bahan kimia yang dapat mengoksidasi asam lemak. Dalam jangka panjang, hal ini dapat membantu mencegah penyakit hati berlemak.

(Lutfi Fauziah. Sumber: Dana Dovey/Medical Daily)(nationalgeographic.co.id)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here